Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Pemerintah Indonesia berencana menetapkan baku mutu Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dengan batas Biological Oxygen Demand (BOD) maksimum 100 mg/L. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan dampak pencemaran air yang dihasilkan oleh industri kelapa sawit.
Namun, sejumlah pakar lingkungan menilai bahwa standar tersebut tidak didasarkan pada pendekatan ekologi tanah yang memadai. Menurut mereka, BOD hanya mengukur beban oksigen biologis di dalam air, sedangkan interaksi limbah dengan tanah—seperti akumulasi bahan organik, perubahan pH, dan gangguan mikroba tanah—tidak tercover dalam standar ini.
- Keterbatasan BOD: Mengukur hanya pemakaian oksigen oleh mikroorganisme aerobik; tidak mencerminkan akumulasi bahan berbahaya di dalam tanah.
- Pengaruh pada tanah: Limbah cair dapat menurunkan kesuburan tanah, mengubah struktur mikrobiologi, serta meningkatkan risiko kontaminasi logam berat.
- Rekomendasi ahli: Penetapan standar harus melibatkan parameter tanah seperti Chemical Oxygen Demand (COD) tanah, kandungan logam berat, dan indeks keberlanjutan mikroba.
Berikut perbandingan singkat antara standar BOD yang diusulkan dengan parameter ekologi tanah yang disarankan:
| Parameter | Batas yang Diusulkan | Rekomendasi Ahli |
|---|---|---|
| BOD (air) | ≤100 mg/L | Masih dipertahankan, tapi harus dipadukan dengan |
| COD (tanah) | — | ≤200 mg/kg |
| Kandungan Logam Berat (tanah) | — | Pb ≤ 50 mg/kg, Cd ≤ 2 mg/kg |
| Indeks Mikrobiologi Tanah | — | Skor ≥ 70 (skala 0‑100) |
Penolakan atas standar BOD saja ini menekankan pentingnya kebijakan yang holistik, mengingat sebagian besar limbah cair akhirnya meresap ke dalam tanah sebelum mencapai badan air. Tanpa pengukuran yang tepat, akumulasi bahan berbahaya dapat mengancam produktivitas lahan dan kesehatan ekosistem secara keseluruhan.
Pemerintah diharapkan meninjau kembali standar tersebut, melibatkan pakar ekologi tanah, serta melakukan uji lapangan untuk memastikan bahwa batas limbah yang ditetapkan tidak hanya melindungi kualitas air, tetapi juga menjaga kesuburan dan fungsi ekosistem tanah.




