Sudin KPKP Jakarta Barat Periksa Daging Kurban di 121 Titik
Sudin KPKP Jakarta Barat Periksa Daging Kurban di 121 Titik

Sudin KPKP Jakarta Barat Periksa Daging Kurban di 121 Titik

Frankenstein45.Com – 27 Mei 2026 | Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melakukan serangkaian inspeksi terhadap daging kurban yang dipotong di 121 titik lokasi penyembelihan selama periode Idul Adha. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan pangan dan kepatuhan standar kebersihan pada produk hewani yang dijual kepada masyarakat.

Tim inspeksi, yang terdiri dari petugas sanitasi, ahli gizi, dan tenaga teknis laboratorium, memeriksa beberapa aspek kritis, antara lain:

  • Kebersihan area penyembelihan dan peralatan yang digunakan.
  • Prosedur pemotongan dan penanganan daging sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP).
  • Kualitas daging melalui uji laboratorium untuk mendeteksi kontaminasi bakteri, residu antibiotik, serta kadar lemak dan protein.

Hasil sementara menunjukkan bahwa mayoritas titik penyembelihan memenuhi standar kebersihan yang ditetapkan, namun terdapat beberapa temuan penting:

  1. Beberapa lokasi masih menggunakan air bersih yang belum terjamin kebersihannya untuk proses penyembelihan.
  2. Beberapa peternak belum melengkapi dokumen sertifikasi kesehatan hewan.
  3. Beberapa sampel daging menunjukkan tingkat bakteri total yang berada di atas ambang batas aman.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Bapak Ahmad Faisal, menyatakan bahwa langkah lanjutan akan meliputi pemberian rekomendasi perbaikan kepada pihak terkait, serta penegakan sanksi administratif bagi yang tidak memenuhi persyaratan. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, penyembelih, dan konsumen untuk menjaga kualitas daging kurban demi kesehatan publik.

Selain inspeksi lapangan, KPKP juga melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan selama proses penyembelihan, serta memberikan panduan praktis dalam memilih daging kurban yang aman. Program ini diharapkan dapat menurunkan risiko penyebaran penyakit makanan dan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk daging kurban lokal.