Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur kembali mengingatkan masyarakat tentang potensi gangguan pencernaan, khususnya diare, yang dapat timbul akibat mengonsumsi ikan sapu-sapu yang tidak diproses dengan benar.
Ikan sapu-sapu merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak dijual di pasar tradisional dan toko kelontong. Namun, karena habitatnya yang hidup di perairan yang mudah tercemar, ikan ini dapat membawa bakteri patogen seperti Vibrio cholerae atau Escherichia coli bila tidak dibersihkan dan dimasak dengan tepat.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya diare:
- Pengolahan yang kurang higienis, misalnya pencucian yang dangkal.
- Penggunaan air bersih yang tidak terjamin untuk membersihkan ikan.
- Memasak dengan suhu yang tidak cukup tinggi atau waktu memasak yang terlalu singkat.
- Penyimpanan dalam suhu ruang lebih dari dua jam.
Sudinkes Jaktim menyarankan langkah-langkah berikut untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan pencernaan:
- Pastikan ikan dicuci bersih menggunakan air mengalir.
- Masak ikan hingga suhu internal mencapai minimal 70 °C selama setidaknya 5 menit.
- Hindari mengonsumsi ikan mentah atau setengah matang, termasuk pada hidangan seperti sashimi atau ceviche.
- Simpan ikan dalam kulkas (≤ 4 °C) dan gunakan dalam waktu 24 jam.
- Buang bagian organ dalam yang berpotensi mengandung bakteri, seperti usus dan insang.
Jika setelah mengonsumsi ikan sapu-sapu muncul gejala diare, mual, atau muntah yang berlangsung lebih dari 24 jam, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis.
Sudinkes Jaktim menegaskan pentingnya kesadaran akan kebersihan pangan sebagai upaya preventif dalam melindungi kesehatan masyarakat.




