Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu menegaskan bahwa penetapan suku bunga acuan sebesar 5,25 persen telah mempertimbangkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.
Direktur Kebijakan Moneter, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa proyeksi inflasi berada dalam rentang target 4,9‑5,7 persen, sekaligus menilai dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masih berada pada kisaran yang dapat diterima.
- Inflasi diproyeksikan tetap terkendali di atas batas bawah target namun tidak melampaui batas atas.
- Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap berada dalam kisaran 5,0‑5,5 persen, mendukung pemulihan pasca‑pandemi.
- Suku bunga acuan 5,25 persen dianggap cukup kompetitif untuk menstabilkan harga tanpa menghambat investasi.
Para ekonom memperkirakan bahwa kebijakan ini akan menstimulasi sektor riil, terutama industri manufaktur dan jasa, sekaligus memberi ruang bagi kebijakan fiskal pemerintah untuk tetap fokus pada program pemulihan ekonomi.




