Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Musim 2025/2026 Liga Primer Inggris mendekati puncaknya dengan persaingan yang kian ketat. Di tengah sorotan pada raksasa‑raksasa tradisional, klub-klub menengah seperti Sunderland menunjukkan performa yang mengesankan, menempati posisi ke‑10 dengan 51 poin dari 37 pertandingan. Angka ini menempatkan mereka hanya dua poin di belakang Brighton & Hove Albion yang berada di posisi ketujuh, membuka peluang mengejar tempat Eropa pada babak penutup.
Posisi Sunderland di Puncak Liga
Setelah mengumpulkan 51 poin, The Black Cats berada di urutan ke‑10 klasemen Premier League. Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan taktik pelatih Regis Le Bris yang berhasil menstabilkan tim meski diprediksi akan berjuang di zona degradasi pada awal musim. Pada pekan terakhir, Sunderland akan menjamu Chelsea, tim yang sedang berada dalam kondisi kurang baik. Kemenangan melawan Chelsea dapat mengangkat Sunderland ke posisi tujuh, sekaligus mengamankan tempat di kompetisi Eropa.
Persaingan di Tengah Tabel
Persaingan di zona tengah tabel semakin sengit. Brighton & Hove Albion menempati posisi ketujuh dengan poin yang hampir sama, sementara klub‑klub lain seperti Liverpool, Tottenham, dan Arsenal masih berusaha menambah poin untuk mengamankan tempat di zona Liga Champions. Di sisi lain, Chelsea yang berada di bawah rata‑rata performa sedang berjuang menghindari zona degradasi. Pertandingan akhir pekan ini menjadi kunci bagi beberapa tim untuk menentukan nasib mereka di akhir musim.
Strategi Transfer Musim Panas Sunderland
Sekitar akhir musim, perhatian beralih pada pasar transfer musim panas. Media Foot melaporkan bahwa Sunderland menaruh mata pada gelandang Marseille, Geoffrey Kondogbia. Pemain berusia 33 tahun tersebut akan mengakhiri kontraknya dengan Marseille pada akhir musim 2025/2026 dan diyakini tidak lagi masuk dalam rencana jangka panjang klub Prancis. Kondogbia, yang pernah menjadi juara La Liga bersama Atletico Madrid, dipandang mampu menambah kedalaman lini tengah Sunderland serta memberikan pengalaman internasional.
- Geoffrey Kondogbia – gelandang berpengalaman, pernah beraksi di Atletico Madrid dan Marseille.
- Granite Xhaka – tengah mendapat tawaran dari klub-klub lain, menjadi tantangan bagi manajer untuk mempertahankan talenta.
- Noah Sadiki – talenta muda yang juga menjadi incaran klub lain, menambah tekanan pada kebijakan retensi pemain.
Jika Sunderland berhasil mengamankan Kondogbia, mereka tidak hanya memperkuat lini tengah tetapi juga meningkatkan kredibilitas mereka sebagai klub yang mampu menarik pemain berkelas dunia. Namun, keberhasilan ini bergantung pada negosiasi keuangan serta keinginan pemain untuk kembali ke kompetisi Inggris.
Secara keseluruhan, musim ini menandai kebangkitan Sunderland yang tak terduga. Dengan 51 poin, peluang menggapai tempat Eropa, dan rencana transfer ambisius, Black Cats berpotensi mengubah narasi mereka dari sekadar bertahan menjadi kompetitor yang menantang klub-klub papan atas. Apa yang akan terjadi pada pertandingan penutup melawan Chelsea dan apakah Sunderland dapat mengamankan Kondogbia akan menjadi cerita utama menjelang jendela transfer musim panas.




