Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Syekh Ahmad Al Misry, tokoh agama yang cukup dikenal di kalangan santri, secara tegas menolak tuduhan pelecehan seksual yang dilontarkan kepadanya. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui juru bicara, ia menegaskan bahwa semua tuduhan tersebut tidak berdasar dan ia siap membuktikannya di depan hukum.
Syekh Al Misry menambahkan bahwa ia memiliki bukti kuat serta saksi-saksi yang dapat mengonfirmasi keberadaannya di luar negeri. Ia berjanji akan menyerahkan semua bukti tersebut kepada pihak berwenang guna membersihkan nama baiknya.
Berikut rangkaian kronologis yang disampaikan oleh tim hukum Syekh Al Misry:
- 14 April 2024: Polisi menghubungi melalui telepon dan mengirim surat resmi meminta keterangan terkait dugaan pelecehan.
- 15 April 2024: Syekh Al Misry berada di Kairo, Mesir, untuk menghadiri konferensi keagamaan internasional.
- 16 April 2024: Tim hukum mengirimkan dokumen perjalanan, tiket pesawat, serta catatan hotel sebagai bukti keberadaan di luar negeri.
- 17 April 2024: Pernyataan resmi dikeluarkan, menegaskan penolakan tuduhan dan menuntut klarifikasi dari pihak pelapor.
Pihak kepolisian belum memberikan komentar resmi mengenai bukti yang diajukan. Namun, mereka menyatakan bahwa proses penyelidikan akan tetap berlanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Kasus ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat, terutama mengenai pentingnya verifikasi fakta sebelum menuduh tokoh publik. Banyak pihak menyerukan agar semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang objektif.




