Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Panitia Seleksi Bersama (SBMPTN) mengungkap bahwa seorang calon mahasiswa yang terdaftar pada ujian UTBK 2026 di Universitas Airlangga (Unair) tidak muncul pada hari pelaksanaan tes.
Setelah memeriksa data pendaftar, panitia menemukan beberapa kejanggalan, antara lain identitas yang tidak konsisten, foto profil yang berbeda dengan dokumen resmi, serta adanya laporan bahwa soal ujian telah diakses sebelumnya melalui jasa “joki” yang menyediakan layanan pengerjaan soal untuk calon peserta.
Untuk menindaklanjuti temuan ini, panitia telah mengirimkan surat peringatan kepada pihak yang bersangkutan dan menyiapkan prosedur administratif untuk membatalkan hak mengikuti seleksi. Jika terbukti melakukan kecurangan, peserta dapat dikenakan sanksi berupa pencabutan nilai dan pemblokiran akun pada tes berikutnya.
Masalah penggunaan joki dalam UTBK bukan hal baru. Sejumlah kasus serupa pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus meningkatkan pengawasan dengan mengintegrasikan teknologi biometrik dan verifikasi wajah secara real‑time.
Para pengamat pendidikan menilai bahwa fenomena ini mencerminkan tekanan yang tinggi pada calon mahasiswa untuk masuk perguruan tinggi ternama. Mereka menyerukan peningkatan sosialisasi tentang konsekuensi hukum dan akademik dari tindakan kecurangan serta perlunya pembenahan sistem seleksi yang lebih transparan.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan pihak universitas serta panitia SBMPTN berjanji akan mengumumkan hasil akhir setelah semua bukti terkumpul.




