Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menyelenggarakan program EduTrip yang tidak sekadar wisata, melainkan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di dua negara Asia Tenggara, yaitu Singapura dan Malaysia.
Program ini dirancang sebagai kombinasi kuliah singkat, kunjungan industri, serta kegiatan budaya, sehingga peserta dapat merasakan atmosfer akademik dan profesional di luar negeri sambil menambah wawasan global.
- Durasi: 10 hari, mencakup tiga hari di Singapura dan tujuh hari di Malaysia.
- Bidang studi: Teknologi informasi, manajemen bisnis, serta pariwisata.
- Partner lokal: Universitas Teknologi Singapore (UTS), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), serta perusahaan multinasional yang relevan.
Selama di Singapura, mahasiswa mengikuti kuliah tamu di UTS, mengunjungi pusat inovasi teknologi, serta menjelajahi kawasan Marina Bay yang menjadi contoh kota pintar. Di Malaysia, peserta diajak ke UTM untuk sesi workshop, kunjungan ke pabrik manufaktur, dan tur ke destinasi budaya seperti George Town.
Manfaat utama program meliputi:
- Peningkatan kompetensi akademik melalui materi yang disampaikan oleh dosen dan praktisi internasional.
- Pengalaman jaringan (networking) dengan mahasiswa dan profesional asing.
- Pengembangan soft skill seperti adaptasi budaya, kerja tim lintas negara, dan kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris.
Seleksi peserta dilakukan melalui aplikasi online, tes kemampuan bahasa Inggris, serta wawancara motivasi. Kuota terbatas untuk 30 mahasiswa, dengan prioritas pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyiapkan skripsi atau proyek akhir.
Rencana keberangkatan dijadwalkan pada awal September 2024, dengan biaya yang sebagian besar ditanggung oleh UBSI melalui sponsor perusahaan dan dana hibah pendidikan. Mahasiswa yang terpilih diharapkan dapat menyusun laporan akhir berupa studi kasus atau paper yang dapat dipublikasikan di jurnal kampus.
Dengan mengintegrasikan elemen pembelajaran dan perjalanan, EduTrip UBSI berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan internasional yang luas.




