Talas Langka Sumatera Terancam Punah, Peneliti Usulkan Status Kritis
Talas Langka Sumatera Terancam Punah, Peneliti Usulkan Status Kritis

Talas Langka Sumatera Terancam Punah, Peneliti Usulkan Status Kritis

Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Spesies talas langka yang hanya ditemukan di Sumatera Utara, Homalomena bungamerah, kini berada pada ambang kepunahan. Sebuah tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusulkan agar spesies ini dimasukkan ke dalam kategori terancam punah yang paling kritis.

Homalomena bungamerah merupakan tanaman umbi dengan daun besar berwarna hijau mengkilap dan umbi berwarna merah kemerahan, ciri yang membedakannya dari talas lain. Tanaman ini tumbuh di hutan dataran rendah yang lembab, terutama di daerah pegunungan rendah Sumatera Utara.

Berbagai faktor mengancam kelangsungan hidupnya, antara lain:

  • Deforestasi akibat penebangan liar dan pembukaan lahan pertanian.
  • Konversi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet.
  • Perubahan iklim yang mengganggu pola curah hujan dan suhu.
  • Pengambilan tanaman secara tidak terkontrol untuk keperluan obat tradisional.

Tim peneliti melakukan survei lapangan selama dua tahun, mengumpulkan data populasi, distribusi, dan kondisi habitat. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal internasional dan direkomendasikan kepada International Union for Conservation of Nature (IUCN) untuk penetapan status kritis.

Berikut rangkuman kategori status konservasi IUCN yang relevan:

Kategori Deskripsi
CR (Critically Endangered) Populasi sangat kecil, penurunan cepat, risiko kepunahan ekstrem.
EN (Endangered) Populasi menurun signifikan, risiko kepunahan tinggi.
VU (Vulnerable) Populasi terancam, namun belum berada pada tingkat kritis.

Jika status kritis resmi diterapkan, langkah-langkah konservasi yang diperlukan meliputi penetapan kawasan lindung khusus, program pembibitan dan penanaman kembali, serta regulasi yang melarang perambahan hutan di habitat asli. Kesadaran masyarakat lokal dan dukungan pemerintah menjadi kunci utama dalam menyelamatkan talas langka ini dari kepunahan.