Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Pemerintah Kota Bogor kembali menyoroti masalah pengelolaan sampah dengan mengusulkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kayumanis. Rencana ini muncul setelah data terbaru menunjukkan peningkatan volume sampah rumah tangga dan komersial yang mencapai lebih dari 250 ton per hari.
- Pengurangan volume sampah hingga 60%;
- Pembangkit listrik dengan kapasitas 5 MW, cukup untuk memasok listrik ke lebih dari 15.000 rumah;
- Penciptaan lapangan kerja sekitar 150 orang selama fase operasional;
- Pengurangan emisi gas rumah kaca yang setara dengan penanaman 10.000 pohon.
Rencana anggaran yang diajukan mencapai Rp 350 miliar, dengan sumber pendanaan berasal dari APBD, dana hibah nasional, serta kemitraan swasta. Jadwal pembangunan diproyeksikan memakan waktu dua tahun, dimulai pada kuartal pertama 2025, dan target operasional penuh pada akhir 2026.
| Kegiatan | Waktu |
|---|---|
| Penyusunan studi kelayakan | 2024 H2 |
| Pembebasan lahan dan perizinan | 2025 Q1‑Q2 |
| Konstruksi fasilitas | 2025 Q3‑2026 Q2 |
| Uji coba operasional | 2026 Q3 |
| Operasional penuh | 2026 Q4 |
Wakil Wali Kota Bogor, Ahmad Syaifuddin, menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi contoh inovasi kota dalam mengatasi krisis sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah di sumbernya, agar proses konversi menjadi energi dapat berjalan optimal.
Jika rencana ini disetujui oleh DPRD, Bogor akan menjadi salah satu kota di Jawa Barat yang pertama kali mengoperasikan PSEL berskala regional, membuka peluang bagi kota-kota lain untuk mengadopsi model serupa.




