Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Kapolri melaporkan kepada Presiden bahwa pemerintah menargetkan pembangunan 1.500 Satuan Polri Pengamanan Gotong Royong (SPPG) di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini diharapkan memperkuat keamanan sekaligus mendukung program kesejahteraan sosial di wilayah‑wilayah yang belum optimal.
SPPG merupakan unit khusus yang mengintegrasikan aparat kepolisian dengan tokoh masyarakat, LSM, dan lembaga swadaya untuk menciptakan keamanan berbasis gotong‑royong. Selain tugas utama menjaga ketertiban, SPPG juga berperan dalam penyuluhan, mitigasi bencana, dan pelaksanaan program pemerintah di tingkat desa.
Dalam rangka mendukung program “Makan Bergizi Gratis”, Polri menargetkan 33 SPPG akan dibangun di daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Keberadaan SPPG di wilayah‑wilayah ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyalurkan bantuan pangan bergizi, memfasilitasi distribusi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat.
| Wilayah 3T | Jumlah SPPG |
|---|---|
| Terluar | 12 |
| Terdepan | 11 |
| Tertinggal | 10 |
Distribusi tersebut disusun berdasarkan data kemiskinan, aksesibilitas, serta potensi risiko keamanan. Polri menegaskan bahwa pembangunan SPPG akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana, serta kementerian terkait untuk menjamin sinergi program.
Target 1.500 SPPG menimbulkan tantangan dalam hal pendanaan, rekrutmen personel, serta pelatihan. Kapolri menambahkan bahwa anggaran khusus telah dialokasikan dan proses seleksi anggota SPPG akan mengutamakan integritas serta kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat.
Jika seluruh target tercapai tepat waktu, diharapkan jaringan keamanan berbasis komunitas ini dapat meningkatkan rasa aman, mempercepat penyaluran program sosial, dan menjadi model bagi negara‑negara lain dalam mengintegrasikan keamanan dengan pembangunan sosial.




