Tari Isosolo Sambut Wisatawan Mancanegara di Kampung Yobeh
Tari Isosolo Sambut Wisatawan Mancanegara di Kampung Yobeh

Tari Isosolo Sambut Wisatawan Mancanegara di Kampung Yobeh

Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Kampung Yobeh, sebuah desa tradisional di Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah menampilkan Tari Isosolo sebagai sambutan bagi para wisatawan mancanegara yang berkunjung pada pekan lalu.

Tari Isosolo, yang juga dikenal sebagai tari penyambutan, merupakan warisan budaya suku Sunda yang biasanya dipentaskan pada acara adat, pernikahan, atau upacara penting. Gerakan tari yang enerjik, diiringi oleh musik tradisional gamelan dan gendang, melambangkan rasa hormat dan kegembiraan dalam menyambut tamu.

Pada acara tersebut, sekitar dua puluh penari lokal, baik pria maupun wanita, menampilkan kostum berwarna cerah yang terinspirasi dari motif batik tradisional. Setiap langkah dipadukan dengan senyuman hangat, menciptakan suasana yang ramah dan mengundang bagi para pengunjung asing.

  • Lokasi: Lapangan utama Kampung Yobeh
  • Waktu: 10.00 – 12.00 WIB, 15 Agustus 2024
  • Jumlah penari: 20 orang
  • Pengunjung: wisatawan dari lima negara, termasuk Jepang, Australia, dan Belanda

Para wisatawan mengungkapkan rasa takjub mereka terhadap keindahan gerakan dan makna filosofis di balik Tari Isosolo. Salah satu pengunjung asal Jepang, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan, “Saya merasa sangat dihargai. Tari ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai kebersamaan dan keramahtamahan masyarakat Yobeh.”

Selain menampilkan Tari Isosolo, desa juga menyelenggarakan pameran kerajinan tangan, demo memasak tradisional, dan tur keliling sawah yang menampilkan sistem irigasi subak. Kombinasi kegiatan ini memberikan pengalaman menyeluruh bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan pedesaan autentik.

Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Jawa Barat untuk mengintegrasikan kebudayaan dalam strategi pariwisata. Pihak pemerintah daerah telah merencanakan pelatihan lebih lanjut bagi penari muda serta penyediaan fasilitas pendukung seperti papan informasi multibahasa.

Dengan antusiasme yang terus tumbuh, Tari Isosolo bukan hanya sekadar pertunjukan seni, melainkan jembatan budaya yang mempererat hubungan antara masyarakat lokal dan dunia luar.