Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Siap Perkuat Layanan Jamaah Haji
Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Siap Perkuat Layanan Jamaah Haji

Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Siap Perkuat Layanan Jamaah Haji

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Antara – Sebanyak 423 tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) asal Arab Saudi baru-baru ini mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah haji Indonesia selama musim ibadah yang akan datang.

Program bimbingan teknis mencakup enam modul utama, antara lain:

  • Manajemen logistik dan distribusi makanan serta kebutuhan dasar jamaah.
  • Penanganan kesehatan, termasuk prosedur karantina dan pertolongan pertama.
  • Keamanan dan pengendalian kerumunan selama proses tawaf, sa’i, dan ritual lainnya.
  • Penggunaan bahasa Indonesia untuk mempermudah komunikasi dengan jamaah.
  • Prosedur administratif, seperti verifikasi identitas dan pencatatan data jamaah.
  • Penggunaan teknologi informasi dalam pelacakan dan layanan darurat.

Selama tiga hari pelatihan, para peserta juga diberi simulasi lapangan yang menggambarkan situasi nyata di Tanah Suci. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesiapan operasional dan respons cepat terhadap permasalahan yang mungkin muncul.

Direktur Jenderal Bimbingan Misi Haji Kemenag, Dr. H. Imam Syafii, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi tenaga pendukung PPIH merupakan bagian penting dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi. Ia menambahkan bahwa dengan dukungan tenaga profesional yang terlatih, pelayanan kepada lebih dari 200 ribu jamaah Indonesia dapat menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.

Pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta juga mengapresiasi inisiatif ini, menyatakan komitmen untuk terus berkoordinasi dalam penyediaan fasilitas dan sumber daya manusia yang berkualitas selama musim haji.

Keberhasilan bimbingan teknis ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan ibadah haji tahun mendatang, sekaligus memperkuat hubungan kerjasama antara kedua negara dalam bidang keagamaan.