Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Jakarta, 15 Mei 2026 – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama (Honda Team Asia), menjalani sesi Practice Moto3 di Grand Prix Catalunya pada Jumat malam dengan hasil yang berada di posisi ke‑19. Meskipun tidak berhasil langsung lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2), Veda berhasil memperbaiki catatan waktu secara signifikan dibandingkan sesi latihan bebas pertama (FP1) yang berlangsung sebelumnya.
Dalam sesi Practice, Veda menorehkan waktu terbaik 1 menit 48,136 detik, dua detik lebih cepat daripada 1 menit 50,142 detik yang ia capai pada FP1. Peningkatan ini menandakan kemampuan adaptasi pembalap berusia 17 tahun tersebut terhadap lintasan berkarakter teknis Circuit de Barcelona‑Catalunya yang sepanjang 4,6 km. Selama 14 putaran, Veda mencapai kecepatan puncak (top speed) sebesar 246,0 km/jam, menjadikannya salah satu rider dengan kecepatan lurus paling kompetitif pada sesi tersebut.
Faktor Penghambat dan Persaingan di Lintasan
Menurut laporan lapangan, Veda mengalami gangguan dari beberapa rider yang melaju jauh lebih lambat pada flying lapnya. Keberadaan rider lambat tersebut tidak hanya mengganggu alur garis lurus, namun juga berpotensi menimbulkan penalti bagi pembalap yang tidak menjaga jarak aman. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab Veda tidak masuk dalam 14 rider teratas yang otomatis melaju ke Q2 pada Sabtu (16/5/2026).
Di sisi lain, pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, menguasai sesi dengan catatan 1 menit 46,943 detik, diikuti oleh rider Spanyol Brian Uriarte (1 menit 47,042 detik) dan Adrian Fernandez (waktu tidak disebutkan). Selisih antara Veda dan pembalap tercepat mencapai 1,193 detik, menunjukkan jarak yang masih cukup besar untuk ditutup pada sesi kualifikasi berikutnya.
Pernyataan Manajer dan Pengakuan Internasional
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menekankan tantangan khusus yang ditawarkan sirkuit Catalunya. Ia menyebut trek ini “sangat lebar dan cepat, dengan lintasan lurus panjang, tikungan cepat, serta beberapa chicane teknis yang menuntut konsistensi tinggi.” Aoyama juga menambah bahwa kondisi grip dan angin dapat berubah-ubah sepanjang akhir pekan, sehingga pembalap harus terus beradaptasi.
Selain itu, Veda menerima pujian dari dua pembalap MotoGP ternama, Joan Mir dan Luca Marini, yang menilai bakat Veda besar berkat pengalaman di Red Bull Rookies Cup. Pengakuan ini menambah kepercayaan diri sang rider menjelang sesi kualifikasi dan balapan utama.
Klasemen Sementara dan Prospek ke Depan
Dengan hasil Practice ini, Veda tetap berada di posisi kelima klasemen Moto3 2026 dengan total 50 poin, hanya terpaut dua poin dari Valentin Perrone (posisi dua) dan tiga poin dari Alvaro Carpe (posisi tiga). Konsistensi Veda dalam menempati posisi enam atau lebih baik pada balapan sebelumnya memperlihatkan potensi untuk kembali ke puncak klasemen jika ia dapat meningkatkan performa pada Q1, Q2, dan balapan hari Minggu.
Jadwal selanjutnya meliputi sesi FP2 pada Sabtu pukul 13:40‑14:10 WIB, kualifikasi pertama (Q1) pukul 17:45‑18:10 WIB, dan Q2 pada pukul 18:10‑18:25 WIB. Balapan utama dijadwalkan pada Minggu sore, dan Veda diharapkan memanfaatkan kecepatan maksimum motor NSF250RW miliknya untuk bersaing pada bagian lurus utama Catalunya.
Secara keseluruhan, meski terhambat oleh rider lambat dan tidak berhasil langsung masuk Q2, Veda Ega Pratama menunjukkan perbaikan signifikan dalam lap time dan kecepatan puncak. Dukungan manajer, pujian dari pembalap MotoGP kelas dunia, serta posisi kuat di klasemen menandakan bahwa rider muda ini tetap menjadi kandidat utama untuk mengangkat nama Indonesia di panggung Moto3 internasional.




