Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Surabaya, 22 Mei 2026 – Pada sore hari Senin, tim Persebaya Surabaya harus menelan pengalaman tak terduga ketika menunggu kedatangan tim Arema FC untuk pertandingan persahabatan (panpel) di Stadion Gelora Bung Tomo. Pesawat tim Arema yang dijadwalkan mendarat pada pukul 15.30 WIB mengalami penundaan, membuat Persebaya terpaksa menunggu lebih dari satu jam di Bandara Internasional Juanda. Ketika jam menunjukkan lebih dari 16.45 WIB, manajer Persebaya memutuskan untuk memesan taksi online demi menghindari keterlambatan jadwal pertandingan.
Kejadian di Bandara
Awal cerita bermula dari rencana kedatangan Arema FC yang seharusnya tiba di Bandara Juanda pada pukul 15.30 WIB. Menurut jadwal resmi liga, kedua tim dijadwalkan berangkat ke stadion pada pukul 17.00 WIB untuk melakukan pemanasan dan persiapan taktik. Namun, cuaca buruk di wilayah Yogyakarta tempat pesawat Arema berangkat menyebabkan penundaan teknis. Pesawat akhirnya mendarat pada pukul 16.45 WIB, jauh melewati batas waktu yang telah ditetapkan.
Saat itu, perwakilan Persebaya yang telah menunggu di ruang kedatangan bandara mulai menerima laporan bahwa tim lawan masih berada di darat. Kepala staf operasional Persebaya, Rudi Hartono, mengatakan bahwa pihak klub sudah menyiapkan mobil bus khusus untuk menjemput Arema, namun bus tersebut berada di luar area bandara dan memerlukan waktu setidaknya 30 menit untuk tiba.
Reaksi Manajer Persebaya
Manajer umum Persebaya, Didi Sutrisno, mengaku merasa tertekan oleh situasi tersebut. “Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari transportasi, akomodasi, hingga jadwal latihan. Penundaan satu jam berarti jadwal pemanasan harus dipangkas, dan itu dapat memengaruhi performa tim di lapangan,” ujarnya dalam pernyataan resmi klub.
Dengan mempertimbangkan kepentingan pemain dan staf, Didi memutuskan untuk menggunakan layanan taksi online yang tersedia di bandara. Ia menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menghindari penundaan lebih lanjut, serta memastikan pemain Persebaya dapat melakukan pemanasan yang cukup sebelum pertandingan.
Implikasi bagi Penyelenggaraan Panpel
Keputusan untuk menggunakan taksi online menimbulkan diskusi di kalangan pengamat sepak bola mengenai kesiapan logistik klub dalam menyelenggarakan acara panpel. Beberapa analis menilai bahwa insiden ini mencerminkan kurangnya koordinasi antara klub, penyelenggara, dan otoritas bandara.
- Koordinasi jadwal penerbangan tim tamu harus disinkronkan dengan jadwal transportasi darat.
- Kontinjensi transportasi alternatif, seperti kendaraan sewaan yang siap di area bandara, sebaiknya disiapkan.
- Penggunaan taksi online sebagai solusi darurat perlu diintegrasikan ke dalam rencana operasional klub.
Selain itu, kejadian ini menyoroti pentingnya komunikasi real‑time antara manajer logistik kedua klub. Jika Arema memberikan pembaruan secara berkala mengenai estimasi kedatangan, Persebaya dapat menyesuaikan rencana transportasi lebih efektif.
Langkah Selanjutnya
Setelah menempuh perjalanan dengan taksi online selama kurang lebih 25 menit, tim Persebaya tiba di stadion pada pukul 17.20 WIB. Pemain melakukan pemanasan singkat, dan pertandingan dimulai tepat waktu pada pukul 17.45 WIB. Meskipun ada keterbatasan waktu, Persebaya berhasil mencatat hasil imbang 1‑1 melawan Arema, menandai pertandingan pertama mereka di musim persiapan.
Pihak manajemen Persebaya menyatakan bahwa mereka akan mengevaluasi seluruh proses logistik demi menghindari kejadian serupa di masa depan. Didi Sutrisno menambahkan, “Kami akan mengadakan pertemuan koordinasi dengan klub lain dan otoritas bandara untuk menyusun protokol darurat yang lebih solid. Kesiapan logistik adalah bagian penting dari performa tim di lapangan.”
Insiden ini sekaligus menjadi pelajaran bagi klub-klub lain di Indonesia bahwa ketepatan waktu tidak hanya bergantung pada faktor teknis di lapangan, melainkan juga pada kesiapan transportasi dan komunikasi yang terintegrasi.







