Terkuak! Komplotan Pencuri Ganjal ATM Pakai Modus ‘Pocong’ Menyeramkan, Warga Tangerang Diwaspadai
Terkuak! Komplotan Pencuri Ganjal ATM Pakai Modus ‘Pocong’ Menyeramkan, Warga Tangerang Diwaspadai

Terkuak! Komplotan Pencuri Ganjal ATM Pakai Modus ‘Pocong’ Menyeramkan, Warga Tangerang Diwaspadai

Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Polisi Resor Kota (Polresta) Tangerang berhasil menangkap anggota komplotan pencuri yang selama beberapa minggu terakhir memanfaatkan cerita mistis tentang teror “pocong” untuk menutupi aksi pencurian ganjal ATM di sejumlah permukiman. Penangkapan yang dilakukan pada Selasa (19/5/2026) melibatkan tiga tersangka utama, yang kini berada di tahanan Polresta dan tengah menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Modus yang dipilih pelaku terbilang unik dan menakutkan. Sebelum melancarkan aksi, mereka secara sengaja menyebarkan video atau foto yang menampilkan sosok “pocong” berkeliaran di sekitar area perumahan pada malam hari. Narasi horor tersebut dibuat agar warga merasa takut keluar rumah atau mengawasi lingkungan, sehingga menciptakan suasana lengang dan rentan. Pada saat warga menutup jendela dan mengurungkan langkah, para pencuri masuk menyusuri gang dan menargetkan mesin ATM yang biasanya tidak terjaga pengawasan ketat.

Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Kapolresta Tangerang, menegaskan bahwa fenomena “pocong” bukanlah kejadian supranatural melainkan taktik kriminal terencana. “Kami menemukan pola yang konsisten: setiap kali video horor beredar, terjadi lonjakan laporan kehilangan uang tunai dari ATM di daerah tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Polresta. Ia menambahkan bahwa penyebaran informasi belum terverifikasi dapat menimbulkan kepanikan massal dan memberi celah bagi pelaku kejahatan.

Tim penyidik melakukan penelusuran digital terhadap video viral tersebut dan berhasil mengidentifikasi sumber asli yang diposting pada grup media sosial lokal. Analisis metadata mengungkap bahwa video diunggah oleh akun yang ternyata terhubung dengan salah satu anggota komplotan. Selanjutnya, jejak digital mengarah pada penggunaan aplikasi pesan instan untuk mengkoordinasikan penyerangan pada jam-jam rawan, terutama antara pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Untuk menghentikan penyebaran modus serupa, Polresta Tangerang meningkatkan patroli rutin dengan menambahkan satuan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di titik‑titik rawan. Fokus utama diberikan pada area perumahan yang sebelumnya menjadi sasaran. Selain itu, polisi mengimbau warga untuk mengaktifkan kembali ronda malam (siskamling) serta melaporkan segala aktivitas mencurigakan, baik yang berbau mistis maupun kriminal, melalui layanan Call Center 110 yang beroperasi 24 jam.

  • Jangan menyebarkan video atau cerita horor yang belum terverifikasi kebenarannya.
  • Periksa lingkungan sekitar sebelum tidur; pastikan semua pintu dan jendela terkunci rapat.
  • Jika melihat orang mencurigakan di sekitar ATM, segera hubungi 110.
  • Aktifkan sistem keamanan pribadi pada mesin ATM, seperti menutup lubang kartu dengan penutup khusus.
  • Ikut serta dalam siskamling atau ronda lingkungan untuk meningkatkan kewaspadaan kolektif.

Polisi menegaskan bahwa penyelidikan terhadap asal‑usul video “pocong” masih berlanjut, termasuk identifikasi pelaku yang bertanggung jawab memproduksi konten palsu tersebut. Sementara itu, para tersangka yang ditangkap akan diperiksa lebih dalam untuk mengungkap jaringan kriminal yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan kasus pencurian di wilayah lain.

Kesimpulannya, pemanfaatan taktik psikologis melalui cerita mistis bukan hanya menambah ketakutan publik, melainkan juga membuka peluang bagi kejahatan nyata seperti pencurian ganjal ATM. Dengan kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan ancaman serupa dapat diantisipasi lebih awal, menjaga keamanan lingkungan, serta memulihkan rasa tenang warga Tangerang.