Terpuruk di Amerika Serikat, Veda Ega Bangun Kembali di Moto3 Spanyol 2026 dengan Ambisi Besar
Terpuruk di Amerika Serikat, Veda Ega Bangun Kembali di Moto3 Spanyol 2026 dengan Ambisi Besar

Terpuruk di Amerika Serikat, Veda Ega Bangun Kembali di Moto3 Spanyol 2026 dengan Ambisi Besar

Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia Moto3 setelah melalui serangkaian tantangan di Amerika Serikat, Catalunya, dan Spanyol. Dari kegagalan lolos kualifikasi di Catalunya hingga penampilan impresif finis keenam di Spanyol, Veda menunjukkan tekad kuat untuk bangkit kembali dan menegaskan misi kebangkitannya pada pekan terakhir seri 2026.

Kondisi Sulit di Moto3 Amerika Serikat

Pada akhir Maret 2026, Veda Ega melaju ke Sirkuit Austin, Texas, untuk sesi praktik Moto3 di Amerika Serikat. Cuaca yang berubah-ubah dan suhu yang tidak menentu menguji kemampuan tim Honda Team Asia dalam menyesuaikan setelan motor. Meskipun tidak berhasil mencatatkan waktu terbaik, pengalaman di lintasan berpasir ini memberikan data penting bagi Veda dan tim untuk memperbaiki performa di sirkuit berikutnya.

Catanya di Catalunya: Praktik yang Menyakitkan

Seri pertama Moto3 2026 di Catalunya, Barcelona, menjadi titik kritis bagi Veda. Pada sesi Latihan Bebas 1 (FP1) ia terhimpit di posisi ke-23, menandakan kesulitan awal. Pada sesi Practice berikutnya, ia sempat naik ke posisi ke-19, namun masih jauh dari ambang 14 teratas yang diperlukan untuk melaju ke Q2. Veda mengakui bahwa suhu rendah dan kurangnya daya cengkeram ban menjadi penyebab utama performa yang tidak optimal.

“Hari ini agak sulit karena sejak awal kondisinya sangat rumit dengan suhu rendah dan daya cengkeram ban yang kurang di lintasan,” ujar Veda dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa traffic padat pada fase akhir sesi Practice membuatnya tidak dapat menorehkan lap bersih yang diperlukan untuk melaju ke Q2.

Kutipan Dukungan dari Bintang MotoGP

Terlepas dari hasil yang kurang memuaskan, Veda tetap mendapat pujian dari dua pembalap MotoGP ternama, Joan Mir dan Luca Marini. Kedua rider menilai Veda memiliki bakat besar berkat pengalaman sebelumnya di Red Bull Rookies Cup. “Dia menunjukkan potensi luar biasa, dan saya yakin dengan dukungan tim serta pengalaman lebih, ia dapat bersaing di level tertinggi,” kata Mir. Marini menambahkan, “Veda memiliki insting balap yang tajam, yang penting adalah bagaimana ia mengelola tekanan dan mengoptimalkan setelan motor.”

Strategi Bangkit di Spanyol

Setelah kegagalan di Catalunya, fokus Veda beralih ke Grand Prix Moto3 Spanyol yang digelar pada pertengahan Mei 2026. Tim Honda Team Asia melakukan evaluasi menyeluruh, mengubah komposisi ban, serta menyesuaikan pengaturan suspensi untuk mengatasi masalah cengkeram yang dirasakan di Catalunya.

Di sesi kualifikasi (Q1), Veda berhasil menembus zona 17, cukup untuk lolos ke Q2. Pada Q2, ia menempati posisi menengah, namun tidak cukup untuk berada di grid depan. Meskipun demikian, pada balapan utama Veda melaju dari posisi start ke-17 dan berhasil menutup posisi hingga finis keenam, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan dan konsistensi.

Keberhasilan finis keenam ini tidak lepas dari strategi tim yang menekankan pada pemilihan jalur bersih pada lap akhir serta pemanfaatan slipstream pada lurus utama. Veda juga berhasil mengendalikan tekanan saat berada di tengah kerumunan rider, sebuah indikator mental yang semakin matang.

Misi Kebangkitan dan Pandangan ke Depan

Setelah kembali dari Amerika Serikat, Catalunya, dan Spanyol, Veda Ega menegaskan bahwa misi kebangkitannya belum selesai. Ia menargetkan masuk ke Q2 secara konsisten pada setiap seri selanjutnya, serta meraih podium pertama pada sisa musim 2026. “Target sekarang adalah melakukan Q1 yang baik, berjuang untuk masuk ke Q2 dan kemudian mempersiapkan diri dengan baik untuk balapan,” ungkapnya.

Tim Honda Team Asia pun menyatakan komitmen penuh untuk mendukung Veda dengan menyediakan data teknis terbaru, serta melakukan simulasi lintasan secara intensif menjelang seri berikutnya di Italia.

Dengan dukungan dari pembalap senior MotoGP, peningkatan teknis tim, serta pengalaman yang terus bertambah, Veda Ega Pratama berada pada jalur yang tepat untuk mengubah kegagalan menjadi batu loncatan menuju prestasi yang lebih tinggi. Semua mata kini tertuju pada penampilan selanjutnya, menunggu apakah Veda dapat mewujudkan misi kebangkitannya di panggung Moto3 internasional.