Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

Frankenstein45.Com – 18 Juni 2026 | Ruang representasi politik di tingkat daerah diprediksi akan menyempit bila ambang batas parlementer (parliamentary threshold) diterapkan pada pemilihan anggota DPRD. Kebijakan tersebut dapat menyingkirkan partai-partai kecil dan mengurangi keberagaman suara rakyat di parlemen daerah.

Risiko Reduksi Representasi

  • Penurunan jumlah partai yang lolos menjadi kurang dari lima di banyak daerah.
  • Terbatasnya pilihan bagi pemilih, khususnya di wilayah dengan pluralitas etnis dan agama.
  • Potensi dominasi partai besar yang dapat memonopoli agenda legislatif.

Pernyataan Gardian Muhammad

Gardian Muhammad menuntut adanya reformasi politik substantif yang tidak hanya berfokus pada pengaturan administratif, melainkan juga pada peningkatan kualitas partisipasi politik. Ia mengusulkan:

  1. Pembatalan atau peninjauan kembali kebijakan threshold untuk pemilu DPRD.
  2. Peningkatan transparansi pendanaan kampanye partai.
  3. Pendidikan politik yang lebih intensif bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Kontroversi dan Tanggapan Pemerintah

Pemerintah pusat berargumen bahwa threshold bertujuan untuk mencegah fragmentasi legislatif yang dapat menghambat proses pengambilan keputusan. Namun, kritik menyebut bahwa tujuan tersebut dapat dicapai melalui mekanisme lain tanpa mengorbankan pluralitas politik.

Diskusi mengenai threshold DPRD kini menjadi agenda penting menjelang pemilihan umum berikutnya. Berbagai pihak, termasuk LSM, akademisi, dan partai politik, diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran konstruktif demi menjaga integritas demokrasi lokal.