Frankenstein45.Com – 09 April 2026 | Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan pemeriksaan terhadap tiga pejabat senior setelah terdeteksi adanya kelalaian dalam pengawasan pelaksanaan Program Penanganan Prasarana Sistematis (PPSU) yang kini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI). Pemeriksaan ini merupakan respons cepat terhadap temuan internal yang menunjukkan kurangnya kontrol dan pelaporan pada tahapan implementasi AI dalam PPSU.
Pejabat yang diperiksa
- Direktur Utama PPSU DKI Jakarta
- Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Sistem
- Kepala Subkoordinator Pengawasan Lapangan
Selama proses pemeriksaan, Inspektorat menelusuri dokumen perencanaan, laporan monitoring, serta jejak audit trail pada sistem AI. Hasil temuan awal meliputi:
- Kurangnya rekonsiliasi antara data AI dengan laporan lapangan.
- Penggunaan algoritma yang belum teruji secara independen.
- Ketidaksesuaian antara alokasi anggaran dan realisasi fisik pekerjaan.
Para pejabat yang diperiksa diminta memberikan klarifikasi tertulis serta menyampaikan rencana tindakan perbaikan dalam jangka waktu tiga hari kerja. Inspektorat menegaskan bahwa apabila terdapat bukti pelanggaran prosedur atau penyalahgunaan anggaran, proses hukum akan dilanjutkan sesuai peraturan yang berlaku.
Penggunaan AI dalam PPSU masih berada pada tahap percobaan, namun pemerintah provinsi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Budi Santoso, menyatakan bahwa inspeksi ini bukan sekadar tindakan disiplin, melainkan upaya untuk memastikan bahwa teknologi baru dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat tanpa menimbulkan risiko keuangan atau operasional.
Ke depannya, DKI Jakarta berencana memperkuat mekanisme kontrol internal dengan menambahkan modul audit otomatis pada platform AI serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan khusus. Diharapkan langkah-langkah tersebut dapat mencegah terulangnya kasus serupa dan menjadikan PPSU berbasis AI sebagai model pengelolaan infrastruktur yang dapat direplikasi oleh daerah lain.




