Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Tim nasional panjat tebing Indonesia bersiap menghadapi ajang World Climbing Series yang akan digelar di Madrid, Spanyol, pada 28‑31 Mei 2026. Kompetisi ini menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menguji kemampuan di level dunia serta mengumpulkan poin peringkat internasional.
Pelatih kepala Tim Nasional, Budi Santoso, menyatakan bahwa persiapan tim kini berada pada puncaknya. “Kami telah melakukan kamp latihan intensif selama tiga bulan terakhir, fokus pada teknik memanjat, kekuatan otot, serta strategi mental,” ujarnya dalam konferensi pers pekan lalu.
Daftar atlet yang akan mewakili Indonesia meliputi:
- Alfrida Sari (female lead)
- Rizky Pratama (male lead)
- Dwi Rahayu (female speed)
- Andi Wibowo (male speed)
- Yuni Astuti (female bouldering)
- Hendra Kurniawan (male bouldering)
Setelah tampil di seri sebelumnya di Tokyo, para atlet mengakui bahwa hasil yang diraih masih di bawah harapan. Oleh karena itu, target utama di Madrid adalah menembus final pada semua disiplin dan meraih setidaknya satu medali.
Strategi kompetisi yang diterapkan mencakup analisis rute yang dipublikasikan oleh penyelenggara, simulasi latihan di fasilitas setempat, serta penyesuaian taktik berdasarkan kondisi cuaca dan kelelahan. Selain itu, tim medis dan psikolog juga terlibat aktif untuk memastikan kebugaran fisik dan kesiapan mental atlet.
Jika target tercapai, Indonesia berpeluang meningkatkan posisinya dalam peringkat dunia dan membuka peluang sponsor baru bagi para atlet. Penampilan kuat di Madrid juga menjadi batu loncatan menjelang Olimpiade Paris 2024, di mana panjat tebing akan menjadi cabang olahraga resmi.
Penggemar olahraga panjat tebing di tanah air diharapkan memberikan dukungan melalui media sosial dan menonton siaran langsung kompetisi. Antusiasme publik diyakini dapat menambah semangat juang para atlet saat mereka berusaha mengukir prestasi terbaik di panggung internasional.




