Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC), Timo Scheunemann, menegaskan bahwa program pembinaan sepak bola wanita di Indonesia kini telah berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut melibatkan serangkaian tahapan mulai dari identifikasi bakat sejak usia dini hingga pembinaan intensif di tingkat klub.
- Deteksi dan seleksi pemain muda melalui turnamen regional dan scouting jaringan sekolah.
- Pengembangan keterampilan teknis dan taktis dengan kurikulum latihan yang disesuaikan untuk pemain putri.
- Penguatan mental dan fisik melalui program kebugaran, nutrisi, dan psikologi olahraga.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan federasi sepak bola Indonesia serta sponsor utama memungkinkan tersedianya fasilitas latihan yang memadai, termasuk lapangan berstandar internasional dan peralatan modern.
| Tahapan | Deskripsi |
|---|---|
| 1. Pengenalan | Workshop dasar untuk anak-anak usia 6‑10 tahun, fokus pada rasa cinta sepak bola. |
| 2. Pengembangan | Latihan teknik dan taktik intensif bagi pemain usia 11‑15 tahun. |
| 3. Kompetisi | Partisipasi dalam liga junior dan turnamen regional untuk pengalaman pertandingan. |
| 4. Profesionalisasi | Program beasiswa dan penempatan di klub senior serta tim nasional. |
Dengan kerangka kerja yang sistematis ini, Scheunemann optimis bahwa prestasi tim wanita Indonesia akan meningkat pada kompetisi internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Ia menutup dengan harapan agar lebih banyak pihak—baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat—terlibat aktif dalam mendukung pertumbuhan sepak bola putri, sehingga generasi mendatang dapat menorehkan prestasi yang lebih gemilang.




