Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan dalam perdagangan internasional pada April 2026, dengan nilai ekspor meningkat 21,98 % dan impor naik 22,49 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan ekspor barang non‑migas serta impor migas yang terus menguat.
Di antara negara‑negara pemasok, Tiongkok tetap menjadi pemain utama, menguasai porsi terbesar dari total nilai impor. Dua negara lainnya yang menempati posisi teratas adalah Jepang dan Korea Selatan, yang masing‑masing menyumbang kontribusi signifikan pada kategori barang elektronik, mesin, serta komponen otomotif.
| Negara | Porsi Impor (%) | Kategori Utama |
|---|---|---|
| Tiongkok | 38,5 | Elektronik, tekstil, peralatan rumah tangga |
| Jepang | 12,3 | Mesin industri, komponen otomotif |
| Korea Selatan | 9,7 | Semikonduktor, peralatan telekomunikasi |
Dominasi Tiongkok tidak hanya terlihat pada volume, tetapi juga pada nilai total impor yang mencapai lebih dari satu pertiga dari seluruh barang yang masuk ke Indonesia. Sementara itu, Jepang dan Korea Selatan memperkuat posisinya melalui spesialisasi pada barang‑barang bernilai tinggi yang mendukung sektor manufaktur dan teknologi di dalam negeri.
Data ini mencerminkan pola konsumsi dan kebutuhan industri Indonesia yang semakin mengandalkan teknologi maju serta bahan baku yang tidak diproduksi secara domestik. Pemerintah diharapkan terus memantau tren ini untuk mengoptimalkan kebijakan perdagangan, termasuk upaya diversifikasi sumber pasokan dan peningkatan kapasitas produksi lokal.
Dengan pertumbuhan impor migas yang signifikan, sektor energi tetap menjadi prioritas, sementara ekspor non‑migas menunjukkan potensi yang dapat dipertahankan melalui peningkatan kualitas produk dan penetrasi pasar global.




