Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Di zaman digital yang serba cepat, kebiasaan menghabiskan waktu berulang‑ulang membaca berita negatif atau konten menakutkan—yang dikenal dengan istilah doomscrolling—telah menjadi masalah umum. Praktik ini tak hanya menguras energi, tetapi juga dapat memperburuk stres, kecemasan, bahkan depresi.
Mengapa Doomscrolling Berbahaya
- Memperkuat pola pikir pesimis karena otak cenderung menyoroti informasi mengancam.
- Meningkatkan kadar hormon stres (kortisol) yang berdampak pada kualitas tidur.
- Mengurangi fokus pada aktivitas produktif sehingga menurunkan performa kerja atau belajar.
Strategi Praktis Mengurangi Doomscrolling
- Tetapkan batas waktu: Gunakan timer atau fitur “Screen Time” untuk membatasi durasi scrolling tiap hari, misalnya tidak lebih dari 15 menit.
- Jadwalkan waktu “detoks” digital: Pilih jam tertentu, misalnya sebelum tidur, untuk menonaktifkan notifikasi dan menutup aplikasi berita.
- Ganti konten: Beralih ke sumber yang lebih positif seperti artikel hobi, edukasi, atau podcast inspiratif.
- Latih kesadaran diri: Catat kapan dan mengapa Anda mulai scrolling; perhatikan pemicu emosional seperti rasa bosan atau cemas.
- Gunakan teknik napas atau meditasi singkat selama 2‑3 menit untuk menurunkan ketegangan sebelum kembali ke layar.
Membangun Kebiasaan Digital Sehat
- Aktifkan “Do Not Disturb” pada jam kerja atau belajar.
- Atur ulang beranda aplikasi agar menampilkan konten produktif, bukan feed berita sensasional.
- Libatkan diri dalam aktivitas offline seperti membaca buku fisik, berolahraga, atau bersosialisasi langsung.
Dengan menerapkan langkah‑langkah di atas, Anda dapat memutus siklus doomscrolling, melindungi kesehatan mental, dan kembali mengendalikan waktu digital secara lebih bijak.







