TKHK Intensifkan Edukasi Konsumsi Oralit bagi Jamaah Calon Haji Bengkulu
TKHK Intensifkan Edukasi Konsumsi Oralit bagi Jamaah Calon Haji Bengkulu

TKHK Intensifkan Edukasi Konsumsi Oralit bagi Jamaah Calon Haji Bengkulu

Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Bengkulu meningkatkan upaya edukasi mengenai pentingnya konsumsi oralit bagi Jamaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat dari provinsi tersebut. Edukasi ini dilakukan menjelang musim haji untuk mencegah dehidrasi dan diare yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah.

Oralit, singkatan dari oral rehydration salts, merupakan larutan elektrolit yang efektif dalam mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat diare atau muntah. Menurut Kementerian Kesehatan, penggunaan oralit dapat menurunkan risiko komplikasi hingga 80 persen bila diberikan secara tepat.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan TKHK Bengkulu, antara lain:

  • Penyuluhan langsung di posko keberangkatan JCH dengan materi tentang cara pembuatan dan pemakaian oralit.
  • Penyebaran modul edukasi berupa buku saku dan poster yang mudah dipahami.
  • Demonstrasi praktis pembuatan oralit menggunakan air bersih, gula, dan garam.
  • Pemeriksaan kesehatan awal untuk mengidentifikasi jamaah yang berisiko mengalami dehidrasi.

Seluruh tenaga medis, termasuk dokter, perawat, dan ahli gizi, terlibat dalam proses edukasi ini. Mereka menekankan bahwa oralit harus dikonsumsi secara teratur, terutama ketika mengalami gejala diare ringan, sebelum gejala semakin parah.

Selain itu, TKHK juga berkoordinasi dengan pihak maskapai dan otoritas pelabuhan untuk memastikan ketersediaan oralit selama perjalanan. Setiap jamaah diberikan paket oralit yang cukup untuk penggunaan selama masa mudik dan di Tanah Suci.

Hasil pemantauan awal menunjukkan penurunan kasus diare pada JCH yang mengikuti program edukasi dibandingkan dengan kelompok sebelumnya. Hal ini menunjukkan efektivitas pendekatan preventif yang diterapkan TKHK.

Para pejabat menegaskan bahwa edukasi kesehatan akan terus menjadi prioritas dalam setiap kloter haji, mengingat kondisi iklim tropis dan tantangan kebersihan yang dihadapi jamaah selama perjalanan.