Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Singapore Armed Forces (SAF) kembali mengukuhkan ikatan pertahanan bilateral melalui latihan gabungan ke-22 yang dikenal dengan nama TSASM (Tri Service Annual Singapore-Malaysia) 22. Latihan yang dilaksanakan selama tiga hari di Pulau Batam ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara dari kedua negara.
Tujuan utama TSASM 22 mencakup peningkatan interoperabilitas, pertukaran taktik serta prosedur operasional standar, dan penguatan kepercayaan di antara pasukan. Selama pelaksanaan, unit-unit infanteri TNI, kapal patroli SAF, serta pesawat helikopter keduanya melakukan serangkaian skenario, termasuk operasi penanggulangan terorisme, penyelamatan sandera, dan operasi penanggulangan bencana alam.
- Unit darat: Batalyon Infanteri 1 Kostrad dan 5th Battalion Singapore Infantry Regiment.
- Unit laut: Kapal patroli KRI Sampari (623) dan KDB Darussalam (P-04).
- Unit udara: Helikopter H125 TNI‑AU dan Helikopter S-70A Blackhawk SAF.
Berikut merupakan rangkaian kegiatan utama selama TSASM 22:
| Hari | Kegiatan | Lokasi |
|---|---|---|
| Hari 1 | Pengenalan taktik gabungan dan briefing strategi | Base Militer Batam |
| Hari 2 | Operasi darat‑laut‑udara simulasi penanggulangan terorisme | Perairan Selat Karimata |
| Hari 3 | Evaluasi, diskusi kepemimpinan, dan penandatanganan nota kesepahaman | Markas Besar TNI‑AU |
Pejabat tinggi TNI, Letnan Jenderal (Purn) Andika Perkasa, menekankan bahwa latihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan taktis, tetapi juga menjadi wadah dialog strategis antara Indonesia dan Singapura. Sementara itu, Kepala SAF, Brigadir Jenderal (P) Kelvin Khong, menambahkan bahwa TSASM 22 menegaskan komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Dengan berakhirnya TSASM ke-22, kedua belah pihak sepakat untuk memperluas ruang lingkup kerja sama, termasuk pelatihan cyber‑security dan operasi maritim bersama di masa depan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman non‑konvensional serta memperkuat keamanan maritim di Selat Malaka.
Latihan TSASM 22 menegaskan bahwa kemitraan pertahanan antara TNI dan SAF terus berkembang, sejalan dengan visi kedua negara untuk menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan aman.




