Ringkasan Insiden
Frankenstein45.Com – 30 Maret 2026 | Pada Sabtu, 28 Maret 2026, seorang peserta lomba trail run Lebarun Ultra di Sentul City, Kabupaten Bogor, tewas di lokasi perlombaan. Korban, Rosi Adiputra Firdaus, 34 tahun, warga Kabupaten Bekasi, mengalami kelelahan ekstrem saat melintasi jalur berjarak 28,73 kilometer. Ia ditemukan terjatuh di kilometer 5, Kampung Gunung Pipisan, Desa Bojong Koneng, dengan gejala mulut berbusa dan napas berderak sebelum dilarikan ke Rumah Sakit EMC Sentul City dan dinyatakan meninggal pada pukul 10.30 WIB.
Kronologi Kejadian
Lomba Lebarun Ultra dimulai pukul 03.00 WIB dengan rute berputar dari Sentul Nirwana melalui Desa Karang Tengah, Bojong Koneng, dan kembali ke Sentul Nirwana pada sore hari. Pada pukul sekitar 08.00 WIB, Rosi terhenti tiba‑tiba dan terjatuh di KM 5. Rekan sepesertanya langsung memberikan pertolongan pertama, namun korban menunjukkan tanda‑tanda kelelahan berat: mulut mengeluarkan busa, napas terdengar seperti menggerong. Tim medis lapangan menstabilkan kondisi dan mengevakuasi korban ke ambulans.
Setibanya di EMC Sentul City, tim medis melakukan penanganan darurat, namun denyut nadinya terus menurun. Setelah upaya resusitasi, korban dinyatakan meninggal pada pukul 10.30 WIB. Pemeriksaan awal dokter mengonfirmasi penyebab kematian adalah kelelahan fisik yang berlebihan selama perlombaan.
Tanggapan Pihak Berwenang dan Penyelenggara
Kapolsek Babakan Madang, Kompol Trias Karso Yuliantoro, menegaskan pentingnya kesiapan fisik peserta sebelum mengikuti olahraga ekstrem. Ia mengingatkan bahwa peserta harus melakukan pemeriksaan kesehatan dan tidak memaksakan diri bila kondisi tidak memungkinkan.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar (Akew), menambahkan bahwa trail run masuk dalam kategori extreme sport dengan risiko tinggi. Ia menekankan bahwa persiapan tidak hanya meliputi kebugaran fisik, tetapi juga kesiapan mental serta pemahaman mendalam tentang medan dan potensi bahaya.
Penyelenggara acara, melalui akun resmi @sentulultra, menyampaikan duka cita mendalam dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek penyelenggaraan, termasuk protokol medis, penempatan titik pertolongan, dan penilaian risiko medan.
Medan Trail Run Lebarun Ultra
Rute Lebarun Ultra menempuh jarak 28,73 kilometer dengan karakteristik terrain dataran tinggi, perbukitan, dan pegunungan. Menurut klasifikasi resmi, medan tersebut berada pada “mountain level 11” dari skala 1‑12, menandakan tingkat kesulitan yang cukup kompleks, meliputi tanjakan curam, jalur berbatu, dan area berlumpur. Kondisi medan yang menantang menuntut peserta memiliki stamina tinggi, kekuatan otot, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan ketinggian dan cuaca.
Faktor-faktor tersebut menjadi latar belakang mengapa kelelahan dapat berkembang dengan cepat, terutama pada peserta yang belum terbiasa dengan latihan intensif di kondisi serupa.
Langkah Pencegahan Kedepan
- Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan lengkap sebelum registrasi peserta.
- Pemberian informasi detail mengenai profil medan dan tingkat kesulitan kepada semua peserta.
- Peningkatan jumlah pos medis dan tim pertolongan pertama di titik‑titik strategis sepanjang rute.
- Penyediaan fasilitas hidrasi yang cukup serta penekanan pada pentingnya asupan cairan dan nutrisi selama lomba.
- Pelatihan khusus bagi panitia dalam menangani keadaan darurat medis pada olahraga ekstrem.
Penutup
Kematian Rosi Adiputra Firdaus menjadi peringatan serius bagi komunitas olahraga ekstrem di Indonesia. Meskipun trail run menawarkan pengalaman alam yang menantang, keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Koordinasi antara peserta, penyelenggara, dan aparat keamanan diperlukan untuk memastikan standar keselamatan yang memadai, sehingga tragedi serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.







