Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Penjualan melalui platform e‑commerce pada bulan Februari 2026 mencatatkan nilai sebesar US$5,76 miliar atau setara dengan Rp 96,7 triliun. Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menunjukkan bahwa ekosistem digital Indonesia semakin matang.
Berbagai faktor mendorong lonjakan tersebut, namun tren konten menjadi pendorong utama. Konsumen kini lebih banyak dipengaruhi oleh video, ulasan, serta rekomendasi visual yang dibagikan melalui media sosial dan aplikasi belanja yang terintegrasi dengan fitur konten.
Faktor-faktor kunci yang memperkuat pertumbuhan
- Strategi konten berskala: Brand mengadopsi pendekatan storytelling, memanfaatkan video pendek, livestream, dan user‑generated content untuk menarik perhatian.
- Integrasi media sosial: Platform e‑commerce menanamkan feed sosial, memungkinkan pembeli langsung berinteraksi dengan influencer dan ulasan produk.
- Personalisasi AI: Algoritma rekomendasi yang lebih canggih menyajikan produk yang relevan berdasarkan perilaku penelusuran dan konsumsi konten.
- Promo berbasis konten: Diskon dan penawaran eksklusif seringkali diberikan kepada pengguna yang menonton atau membagikan konten tertentu.
Berikut ringkasan data penjualan e‑commerce Februari 2026 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya:
| Bulan | Nilai Penjualan (Rp Triliun) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| Februari 2025 | 84,2 | — |
| Februari 2026 | 96,7 | 14,9 |
Dengan konsumen yang semakin mengandalkan konten sebagai pintu gerbang belanja, para pelaku usaha diperkirakan akan terus meningkatkan investasi pada produksi video, kolaborasi dengan kreator, serta teknologi analitik untuk memaksimalkan konversi.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa nilai transaksi e‑commerce dapat melampaui Rp 120 triliun pada akhir kuartal ketiga 2026 jika tren konten tetap menjadi fokus utama strategi pemasaran digital.




