Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Dalam beberapa minggu terakhir, camilan bernama Dubai Chewy Cookie menjadi perbincangan hangat di platform media sosial Indonesia. Popularitasnya dipicu oleh video ASMR yang menampilkan tekstur kenyal dan rasa manis yang memikat, membuat para penikmat makanan digital berbondong‑bondong mencoba dan membagikan pengalaman mereka.
Keunikan Dubai Chewy Cookie terletak pada kombinasi adonan coklat lembut dengan taburan kacang panggang, menghasilkan sensasi gigitan yang lembut namun tetap renyah di bagian luar. Video‑video tersebut tidak hanya menonjolkan suara mengunyah, tetapi juga menampilkan proses pembuatan singkat, sehingga menambah rasa penasaran konsumen.
Fenomena ini membuka peluang bagi brand‑brand lokal lain untuk meluncurkan varian cemilan yang serupa, menggabungkan elemen “viral” dengan keunikan rasa tradisional Indonesia. Beberapa contoh produk yang muncul dalam gelombang tren ini antara lain:
- Brownies Kacang Mede – brownies lembut dengan lapisan kacang mede panggang, dipasarkan melalui akun Instagram dengan hashtag #BrowniesMede.
- Keripik Tempe Pedas Manis – camilan gurih berbahan dasar tempe yang dilapisi saus pedas manis, sering muncul dalam video “taste test”.
- Donat Boba – donat berlapis boba mutiara yang memberikan sensasi kenyal di dalamnya, menjadi favorit di TikTok.
- Kue Lapis Gulung Matcha – kue lapis berwarna hijau dengan rasa matcha yang diiris tipis dan digulung, menambah estetika visual pada feed pengguna.
Para pelaku bisnis kecil memanfaatkan algoritma platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts untuk menampilkan proses produksi, testimoni konsumen, serta tantangan rasa. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mempercepat penyebaran informasi dan meningkatkan penjualan secara signifikan dalam waktu singkat.
Selain faktor visual dan audio, harga terjangkau menjadi kunci keberhasilan. Sebagian besar produk dijual dengan rentang harga Rp10.000‑Rp30.000 per paket, memungkinkan konsumen dari berbagai kalangan untuk mencobanya tanpa beban finansial yang besar.
Secara keseluruhan, tren cemilan viral ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen Indonesia yang semakin mengandalkan konten digital sebagai sumber rekomendasi makanan. Dengan menggabungkan rasa yang inovatif, presentasi menarik, dan strategi pemasaran berbasis media sosial, brand lokal berhasil menembus pasar yang sebelumnya didominasi oleh produk impor.







