Trump Kembali Mengejek 2 Kapal Induk Inggris: Tua dan Rusak!
Trump Kembali Mengejek 2 Kapal Induk Inggris: Tua dan Rusak!

Trump Kembali Mengejek 2 Kapal Induk Inggris: Tua dan Rusak!

Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menimbulkan kehebohan dengan mengejek dua kapal induk milik Angkatan Laut Britania Raya. Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan pada acara televisi, Trump menuduh Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, “mengelak” dalam hal pengiriman kapal induk dan menyebut kedua kapal tersebut “tua serta rusak”.

Berikut ini beberapa data singkat mengenai dua kapal induk tersebut:

  • HMS Queen Elizabeth – Diluncurkan pada tahun 2002, masuk layanan operasional pada 2017, dengan panjang 280 meter dan kapasitas hingga 40 pesawat.
  • HMS Prince of Wales – Diluncurkan pada tahun 2004, mulai beroperasi pada 2019, memiliki spesifikasi serupa dengan saudara tirinya.

Reaksi pemerintah Inggris tidak lama kemudian muncul. Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa kedua kapal induk berada dalam kondisi siap tempur dan sedang menjalani program pemeliharaan rutin yang standar untuk platform kelas dunia. Seorang juru bicara menolak tuduhan Trump, menyatakan bahwa kapal tersebut dilengkapi dengan teknologi radar dan sistem pertahanan terbaru.

Para analis militer menilai bahwa komentar Trump lebih bersifat provokatif politik daripada evaluasi teknis yang objektif. Mereka mencatat bahwa meski usia kapal induk memang tidak dapat dihindari, modernisasi sistem senjata dan perangkat elektronik terus dilakukan secara berkala. Selain itu, Inggris saat ini tengah merencanakan pembangunan kapal induk generasi berikutnya yang diharapkan akan mengadopsi konsep desain lebih fleksibel.

Di sisi lain, kritik domestik di Inggris memanfaatkan kesempatan ini untuk menyoroti perdebatan internal tentang anggaran pertahanan. Partai Buruh yang dipimpin Starmer menekankan pentingnya alokasi dana yang seimbang antara pertahanan dan program sosial, sementara oposisi konservatif menganggap komentar Trump sebagai peluang untuk menekankan kembali kebutuhan investasi militer yang kuat.

Secara diplomatik, insiden ini menambah ketegangan dalam hubungan trans-Atlantik, meski belum menimbulkan konsekuensi konkret. Kedua negara tetap berkomitmen pada NATO dan kerjasama keamanan regional, namun retorika yang memanas dapat memengaruhi persepsi publik tentang aliansi strategis.

Dengan terus berlanjutnya perdebatan publik tentang modernisasi armada kapal induk, komentar Trump menjadi salah satu sorotan tambahan yang menambah dinamika politik dan militer di panggung internasional.