Frankenstein45.Com – 01 Juni 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang relatif kecil dibandingkan kuartal sebelumnya, namun tetap menandakan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan aliran kas di tengah persaingan industri telekomunikasi yang ketat.
Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari laporan keuangan kuartal I 2026:
- Pendapatan konsolidasi mencapai Rp 37,2 triliun, meningkat sekitar 2,1% dibandingkan kuartal keempat 2025 yang tercatat Rp 36,5 triliun.
- Laba bersih mengalami penurunan marginal akibat tekanan biaya operasional dan investasi jaringan 5G.
- Segmen layanan broadband dan data menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat, sementara layanan tradisional telepon tetap stabil.
Data perbandingan singkat antara kuartal I 2026 dan kuartal IV 2025 dapat dilihat pada tabel berikut:
| Item | Kuartal I 2026 | Kuartal IV 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp 37,2 triliun | Rp 36,5 triliun | +2,1% |
| Laba Bersih | Rp 5,3 triliun | Rp 5,5 triliun | -3,6% |
| EBITDA | Rp 9,8 triliun | Rp 10,0 triliun | -2,0% |
Meski pertumbuhan pendapatan tidak signifikan, Telkom tetap fokus pada ekspansi jaringan serat optik dan layanan digital, yang diproyeksikan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan non‑telepon pada kuartal-kuartal berikutnya.
Strategi diversifikasi layanan, termasuk peningkatan penawaran cloud, keamanan siber, dan solusi Internet of Things (IoT), diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka panjang perusahaan.




