Tuntaskan Masalah Kereta Cepat, Bos Danantara Beberkan Opsi KCIC Diambil Alih Kemenkeu
Tuntaskan Masalah Kereta Cepat, Bos Danantara Beberkan Opsi KCIC Diambil Alih Kemenkeu

Tuntaskan Masalah Kereta Cepat, Bos Danantara Beberkan Opsi KCIC Diambil Alih Kemenkeu

Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan pandangannya terkait opsi pemerintah untuk mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium yang mengelola proyek kereta cepat Whoosh. Menurut Oskaria, langkah tersebut dipertimbangkan sebagai upaya terakhir untuk menuntaskan permasalahan yang terus menumpuk sejak peluncuran proyek.

Berbagai tantangan telah menghambat kelancaran proyek, antara lain defisit pembiayaan, keterlambatan penyelesaian infrastruktur, serta dinamika politik yang memengaruhi kepastian regulasi. Oskaria menekankan bahwa kegagalan penyelesaian dapat berujung pada kerugian ekonomi yang signifikan bagi negara.

Ia menjelaskan beberapa skenario yang dapat dipertimbangkan oleh Kementerian Keuangan:

  • Pembelian saham mayoritas KCIC oleh pemerintah untuk mengendalikan keputusan strategis.
  • Restrukturisasi utang dengan melibatkan lembaga keuangan domestik guna meringankan beban finansial.
  • Pemberian dana tambahan melalui skema pembiayaan khusus yang disesuaikan dengan progres proyek.
  • Peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pihak swasta untuk mempercepat perizinan dan akuisisi lahan.

Oskaria menambahkan bahwa meskipun opsi pengambilalihan dapat menimbulkan risiko politik, hal tersebut dianggap perlu untuk menjamin penyelesaian Whoosh tepat waktu. Ia berharap Kementerian Keuangan dapat melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil keputusan yang paling efektif demi kepentingan publik.

Jika pemerintah memutuskan untuk melanjutkan pengambilalihan, proses transisi diperkirakan akan melibatkan renegosiasi kontrak, penyesuaian struktur kepemilikan, serta penetapan mekanisme pengawasan baru. Semua langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan jalur kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung, serta meningkatkan kepercayaan investor pada sektor infrastruktur nasional.