Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook oleh Dinas Pendidikan Lotim kembali menjadi sorotan setelah jaksa menuntut hukuman penjara delapan tahun kepada tersangka. Penasihat hukum para terdakwa menilai tuntutan tersebut masih prematur karena penyelidikan belum selesai dan bukti material belum sepenuhnya terungkap.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Tuntutan | 8 tahun penjara |
| Pihak Terkait | Dinas Pendidikan Lotim, penyedia Chromebook, dan pejabat terkait |
| Manfaat Negara | Rp 1,8 miliar |
| Status Penyidikan | Masih berlangsung, belum ada putusan final |
Penasihat hukum menekankan bahwa proses hukum harus mengacu pada bukti yang kuat dan tidak boleh dipercepat demi kepentingan politik. Ia juga mengingatkan bahwa penilaian kerugian negara harus didasarkan pada audit yang transparan, bukan sekadar asumsi.
Kasus ini menambah deretan sengketa pengadaan barang publik di Indonesia yang menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas mekanisme pengawasan. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat sistem kontrol internal serta meningkatkan akuntabilitas pada setiap tahap pengadaan.




