UB Raih Peringkat 567 Dunia, SNBP 2026 Seleksi Ketat, Hanya 3.900 Lulusan Siap Kerja
UB Raih Peringkat 567 Dunia, SNBP 2026 Seleksi Ketat, Hanya 3.900 Lulusan Siap Kerja

UB Raih Peringkat 567 Dunia, SNBP 2026 Seleksi Ketat, Hanya 3.900 Lulusan Siap Kerja

Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Universitas Brawijaya (UB) kembali mencuri perhatian publik setelah dinobatkan oleh QS World University Rankings (QS WUR) berada di peringkat 567 dunia untuk lulusan siap kerja. Pencapaian ini sekaligus menegaskan peran UB sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu menyiapkan mahasiswa berdaya saing tinggi di pasar kerja global.

Pencapaian internasional tersebut bersamaan dengan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, di mana sebanyak 3.900 calon mahasiswa berhasil diterima dari total 33.498 pendaftar. Angka ini mencerminkan tingkat selektivitas yang semakin ketat, terutama pada program studi rumpun kesehatan yang menjadi incaran utama.

Statistik Pendaftar dan Distribusi Geografis

SNBP 2026 menarik minat pelamar dari 38 provinsi, namun mahasiswa yang diterima tersebar di 36 provinsi, menandakan keberagaman geografis yang luas. Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar, dengan 2.221 calon mahasiswa (sekitar 57% dari total). Selanjutnya, DKI Jakarta menempati urutan berikutnya, diikuti provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia.

Program Studi Kesehatan Mendominasi Persaingan

Rumpun ilmu kesehatan mendominasi persaingan paling ketat. Berikut adalah lima program studi dengan tingkat kompetisi tertinggi:

Program Studi Pendaftar Kuota Diterima
Fakultas Kedokteran 1.405 64
Farmasi 1.181 36
Kedokteran Gigi 911 33
Ilmu Keperawatan 874 44
Teknik Industri (kesehatan terkait) 775 44

Persaingan di Fakultas Kedokteran paling sengit, dengan rasio penerimaan hanya 4,6% (64 dari 1.405). Program Farmasi dan Kedokteran Gigi juga menunjukkan tingkat selektivitas tinggi, masing-masing hanya menerima kurang dari 4% pelamar.

Program Studi Sosial Humaniora (Soshum) yang Populer

Selain rumpun saintek, beberapa program studi soshum juga menunjukkan minat tinggi. Ilmu Hukum menempati posisi pertama dengan 1.378 pelamar dan kuota 133. Psikologi, Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis masing-masing memperoleh lebih dari seribu pendaftar, namun kuota yang tersedia jauh lebih sedikit, menandakan tingkat kompetisi yang signifikan.

Program Baru: Kecerdasan Buatan, Bioinformatika, dan Industri Peternakan Cerdas

UB juga membuka program studi baru pada tahun sebelumnya, yakni Kecerdasan Buatan, Bioinformatika, dan Industri Peternakan Cerdas. Meskipun masih dalam tahap awal, kedua program Bioinformatika dan Industri Peternakan Cerdas menunjukkan tingkat keketatan sekitar 16% dan 23% masing‑masing, dengan 73 peminat untuk Bioinformatika (12 diterima) dan 86 peminat untuk Industri Peternakan Cerdas (20 diterima).

Implikasi Peringkat QS WUR dan Kualitas Lulusan

Peringkat 567 dunia menandakan bahwa UB berhasil menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga siap pakai di industri. Kombinasi antara selektivitas SNBP dan fokus pada program studi dengan permintaan tinggi menciptakan ekosistem pendidikan yang menekankan kualitas daripada kuantitas.

Wakil Rektor I UB, Prof. Imam Santoso, MP, menegaskan bahwa tujuan utama universitas adalah menyaring mahasiswa yang memiliki kapasitas akademik tinggi, sehingga mereka dapat berhasil di jenjang pendidikan selanjutnya maupun di dunia kerja. Ia juga mengingatkan calon mahasiswa yang belum lolos untuk tetap semangat dan mempertimbangkan jalur lain seperti SNBT atau beasiswa internal.

Proses daftar ulang bagi 3.900 mahasiswa yang diterima telah dibuka melalui sistem Selma UB, dengan persyaratan lengkap yang harus dipenuhi. Penetapan jadwal daftar ulang bertujuan memastikan bahwa semua calon mahasiswa telah memenuhi standar administratif dan akademik yang ditetapkan.

Secara keseluruhan, pencapaian UB pada 2026 mencerminkan sinergi antara reputasi internasional, selektivitas ketat, dan diversifikasi program studi. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi UB sebagai salah satu universitas unggulan di Indonesia yang menghasilkan lulusan siap kerja dan berdaya saing global.