Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memperkuat posisinya sebagai kampus digital kreatif dengan meluncurkan Faculty Exchange Program tahun 2026 bersama University of Northern Philippines (UNP). Program ini dikoordinasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI.
Melalui pertukaran dosen, kedua institusi berencana meningkatkan kolaborasi akademik, penelitian, dan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada teknologi digital serta media komunikasi lintas budaya. Dosen-dosen UBSI akan mengajar di UNP selama satu semester, sementara rekan mereka dari UNP akan mengisi mata kuliah pilihan di UBSI.
Beberapa tujuan utama program ini antara lain:
- Memperluas jaringan internasional bagi dosen dan mahasiswa UBSI.
- Menambah wawasan tentang praktik komunikasi digital di Asia Tenggara.
- Mendorong penelitian bersama yang menghasilkan publikasi internasional.
- Menyiapkan lulusan yang kompeten dalam pasar kerja global.
Program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UBSI untuk mengikuti kuliah tamu, workshop, dan proyek kolaboratif yang dipimpin oleh dosen UNP. Selain itu, terdapat rencana pertukaran mahasiswa pada jenjang sarjana dan pascasarjana, yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas akademik dan kemampuan bahasa Inggris serta bahasa lokal Filipina.
Direktur Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI, Dr. Andi Prasetyo, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi “kampus digital kreatif terdepan di Asia”. Ia menambahkan bahwa melalui pertukaran fakultas, UBSI dapat mengadopsi metodologi pengajaran inovatif dan memperkaya materi pembelajaran dengan perspektif internasional.
Sementara itu, rektor University of Northern Philippines, Prof. Maria Santos, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam era digital yang cepat berubah. Ia berharap program ini dapat menjadi model kerja sama bagi institusi lain di kawasan Asia‑Pasifik.
Faculty Exchange Program 2026 dijadwalkan dimulai pada semester genap tahun akademik 2026/2027. Pihak universitas menargetkan partisipasi minimal lima dosen dari masing‑masing institusi pada fase pertama, dengan rencana ekspansi ke lebih banyak fakultas dalam beberapa tahun ke depan.




