UI Tegaskan: Tidak Ada Rencana Tutup Prodi Vokasi Meski Persaingan Semakin Ketat
UI Tegaskan: Tidak Ada Rencana Tutup Prodi Vokasi Meski Persaingan Semakin Ketat

UI Tegaskan: Tidak Ada Rencana Tutup Prodi Vokasi Meski Persaingan Semakin Ketat

Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Jakarta, 19 Mei 2026 – Universitas Indonesia (UI) menegaskan kembali bahwa tidak ada rencana penutupan program studi (prodi) vokasi meskipun persaingan masuk semakin sengit.

Persaingan masuk vokasi UI terus memuncak

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, mengungkapkan bahwa dari total sekitar enam ribu pendaftar setiap tahun, hanya sekitar seratus mahasiswa yang berhasil diterima. Ia menjelaskan, “Prodi bisnis kreatif misalnya, menerima lebih dari enam ribu pelamar, namun kuota yang tersedia hanya sekitar seratus orang.” Tingkat selektivitas yang tinggi juga dirasakan pada prodi Produksi Media, Pariwisata, Hospitality, serta berbagai bidang bisnis lainnya.

Ruang lingkup kompetisi di jenjang S1 dan S2

Rektor UI, Heri Hermansyah, menambahkan bahwa persaingan di jenjang S1 UI bahkan lebih ketat dibandingkan jenjang S2 maupun S3. Ia mencatat, “SMA terbaik nasional mengincar UI sebagai tujuan utama, sehingga persaingan di antara pelamar sangat intens.” Sementara itu, ia menyatakan bahwa jenjang S2 relatif lebih longgar karena tidak semua lulusan S1 memilih melanjutkan studi, melainkan ada yang bekerja atau memulai usaha.

Rumor penutupan prodi mengemuka

Beberapa minggu terakhir, media sosial dipenuhi spekulasi bahwa UI berencana menutup beberapa program vokasi yang dianggap kurang diminati. Safrin menolak keras kabar tersebut. “Tidak ada agenda internal yang mengarah pada penutupan program. Kami justru berupaya memperkuat kualitas masing‑masing prodi melalui kurikulum yang relevan dengan revolusi industri 5.0,” ujar ia.

Heri juga menegaskan, “Keputusan strategis UI selalu didasarkan pada analisis kebutuhan pasar kerja dan aspirasi mahasiswa. Selama ada permintaan dan kualitas akademik terjaga, penutupan prodi tidak akan menjadi pilihan.”

Upaya UI mempertahankan dan mengembangkan prodi vokasi

  • Penyesuaian kurikulum dengan standar industri 5.0.
  • Kerjasama dengan perusahaan multinasional untuk program magang dan penempatan kerja.
  • Peningkatan beasiswa dan bantuan ekonomi bagi mahasiswa berprestasi.
  • Pengembangan fasilitas laboratorium dan studio produksi modern.

Selain itu, UI telah menyiapkan beasiswa khusus bagi mahasiswa vokasi yang menunjukkan prestasi akademik dan non‑akademik. Heri menambahkan, “Mahasiswa yang berprestasi otomatis akan dipertimbangkan dalam skema beasiswa, sehingga beban biaya tidak menjadi penghalang.”

Harapan bagi calon mahasiswa

Safrin mengajak siswa kelas 12 untuk tidak takut melamar ke UI meski persaingan ketat. “Jika Anda yakin pada kemampuan dan bersedia berusaha, peluang masuk UI tetap terbuka,” kata Safrin. Ia juga menekankan bahwa proses seleksi akan tetap transparan dan adil.

Rektor Heri menutup pernyataannya dengan mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan akademik calon mahasiswa. “Kualitas pendidikan UI terjaga karena kami selektif, namun kami juga memberikan dukungan penuh bagi mereka yang berhasil masuk,” ujarnya.

Dengan penegasan resmi bahwa tidak ada rencana penutupan program studi vokasi, UI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pendidikan tinggi Indonesia, menjawab tantangan industri, dan memberikan kesempatan yang adil bagi generasi muda.