UN: 2.042 Orang Tewas Akibat Serangan terhadap Layanan Medis di Sudan
UN: 2.042 Orang Tewas Akibat Serangan terhadap Layanan Medis di Sudan

UN: 2.042 Orang Tewas Akibat Serangan terhadap Layanan Medis di Sudan

Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Sabtu (4 April) dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan Kantor Hak Asasi Manusia (OHCHR), mengumumkan bahwa setidaknya 2.042 orang telah meninggal dunia akibat serangan yang menargetkan fasilitas layanan medis di Sudan.

Angka tersebut mencakup korban tewas yang dilaporkan sejak dimulainya konflik bersenjata pada April 2023, serta lebih dari 785 orang yang mengalami luka-luka serius. Sebagian besar korban adalah warga sipil yang sedang mencari perawatan di rumah sakit, klinik, atau pos medis yang berada di zona pertempuran.

Serangan terhadap layanan kesehatan dipandang sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional, karena fasilitas medis dan tenaga medis memiliki perlindungan khusus di bawah Konvensi Jenewa. PBB menegaskan bahwa serangan semacam ini memperparah krisis kemanusiaan yang sudah sangat berat di Sudan, di mana jutaan orang kini membutuhkan bantuan makanan, air bersih, dan perawatan medis.

  • Jumlah kematian: 2.042 orang
  • Jumlah luka-luka: 785 orang
  • Lokasi utama serangan: rumah sakit di Khartoum, Darfur, dan wilayah-wilayah konflik lainnya
  • Kelompok yang terlibat: milisi pro-pemerintah, kelompok pemberontak, serta beberapa elemen bersenjata tak berafiliasi

PBB menyerukan semua pihak yang terlibat untuk segera menghentikan serangan terhadap fasilitas medis dan tenaga kesehatan, serta menegakkan akses aman bagi bantuan kemanusiaan. Selain itu, organisasi internasional meminta penyelidikan independen atas setiap insiden pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi.

Jika serangan terhadap layanan medis tidak dihentikan, risiko meningkatnya jumlah korban jiwa dan penyebaran penyakit menular akan semakin mengancam stabilitas wilayah. PBB menekankan pentingnya dialog politik dan gencatan senjata yang berkelanjutan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Sudan.