Frankenstein45.Com – 26 Juni 2026 | Universitas Airlangga (Unair) berhasil menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026. Pencapaian ini menandakan komitmen kuat kampus dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, dan operasionalnya.
THE Sustainability Impact Ratings menilai institusi berdasarkan 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setiap tujuan dipecah menjadi beberapa indikator yang mencakup dimensi lingkungan, sosial, ekonomi, serta tata kelola. Penilaian mencakup tiga kategori utama: kontribusi akademik, dampak praktis, dan kebijakan internal.
Faktor kunci yang mendongkrak peringkat Unair
- Penelitian berkelanjutan: Unair meningkatkan jumlah publikasi yang terkait dengan energi terbarukan, pengelolaan air, dan kesehatan masyarakat, dengan lebih dari 40% peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
- Kurikulum terintegrasi SDGs: Seluruh program studi kini mencantumkan satu atau lebih tujuan SDG dalam silabus, memastikan mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan.
- Inisiatif kampus hijau: Implementasi energi surya di beberapa gedung, program pengelolaan sampah berbasis 3R, dan peningkatan area hijau sebesar 15% dari total lahan kampus.
- Kolaborasi dengan pihak eksternal: Kemitraan dengan pemerintah daerah, LSM, dan industri untuk proyek pengembangan berkelanjutan, termasuk program revitalisasi sungai di Surabaya.
- Governance dan transparansi: Publikasi laporan tahunan keberlanjutan yang terstandarisasi, serta pembentukan unit khusus Pengelolaan Keberlanjutan yang melaporkan progres secara periodik.
Dengan skor keseluruhan mencapai 85, Unair melampaui institusi lain di Indonesia yang berada di posisi kedua dengan skor 78. Skor tertinggi dicapai pada kategori “Climate Action” dan “Quality Education”.
Rektor Unair, Prof. Dr. Ir. Budi Santoso, menyatakan, “Pengakuan ini adalah bukti kerja keras seluruh civitas akademika dalam mewujudkan visi kampus yang ramah lingkungan dan sosial. Kami akan terus memperkuat integrasi SDGs dalam setiap aspek kegiatan kampus.”
Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain di Tanah Air untuk mengadopsi praktik keberlanjutan yang lebih ambisius, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam kancah pendidikan tinggi global.




