Undana Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pengentasan Gizi di NTT
Undana Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pengentasan Gizi di NTT

Undana Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pengentasan Gizi di NTT

Frankenstein45.Com – 13 April 2026 | Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, resmi ditunjuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam program penanggulangan masalah gizi. Penunjukan ini merupakan langkah penting pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan institusi akademik dalam rangka meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya di daerah rawan gizi buruk.

Penunjukan tersebut diumumkan dalam rapat koordinasi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan Undana. Dalam pertemuan itu, pihak universitas menyatakan komitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah melalui penelitian, pengembangan kurikulum, serta pelatihan tenaga kesehatan lokal.

  • Fokus utama: Penguatan sistem pemantauan gizi, penyuluhan gizi berbasis komunitas, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
  • Target wilayah: Seluruh Kabupaten dan Kota di NTT yang memiliki tingkat gizi buruk di atas rata-rata nasional.
  • Metode pelaksanaan: Kolaborasi riset bersama, program magang mahasiswa, serta workshop edukasi bagi masyarakat.

Undana akan memanfaatkan fasilitas laboratorium gizi dan pusat risetnya untuk melakukan survei gizi secara periodik. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam merancang intervensi yang lebih tepat sasaran.

Rektor Undana, Prof. Dr. H. Jaya Suryadi, menegaskan bahwa peran akademik tidak hanya terbatas pada pendidikan, melainkan juga kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini akan memberikan pengalaman lapangan yang berharga serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial.

Pemerintah berharap dengan adanya mitra strategis seperti Undana, program penanggulangan gizi dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan target Nasional Penanggulangan Gizi Buruk 2025 yang menargetkan penurunan signifikan pada prevalensi stunting dan wasting.