UNEJ Teliti Paku Pohon Purba di Ijen Geopark, Kekayaan Alam Bernilai Konservasi Tinggi
UNEJ Teliti Paku Pohon Purba di Ijen Geopark, Kekayaan Alam Bernilai Konservasi Tinggi

UNEJ Teliti Paku Pohon Purba di Ijen Geopark, Kekayaan Alam Bernilai Konservasi Tinggi

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Ijen Geopark di Banyuwangi, khususnya kawasan Erek‑erek Geoforest, dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa. Salah satu aset alami yang menarik perhatian para peneliti adalah paku pohon atau paku tiang, tumbuhan pakis berukuran besar yang termasuk dalam kelompok paku purba.

Keberadaan paku pohon ini menjadi indikator penting kualitas ekosistem hutan batuan vulkanik. Tanaman ini tumbuh lambat, membutuhkan kondisi mikroklimat khusus, dan memiliki nilai konservasi tinggi karena populasinya terbatas dan rawan terancam.

Penelitian yang Dilakukan Universitas Jember

Tim peneliti dari Universitas Jember (UNEJ) melakukan survei lapangan mulai awal tahun 2023 hingga pertengahan 2024. Metode yang diterapkan meliputi pemetaan lokasi menggunakan GPS, pengukuran morfologi tanaman (tinggi, diameter batang, dan umur perkiraan), serta analisis sampel tanah di sekitar tumbuhan.

  • Penggunaan GPS untuk menentukan sebaran populasi paku pohon di zona Erek‑erek.
  • Pencatatan data morfologi: tinggi rata‑rata 2‑3 meter, diameter batang mencapai 30‑40 cm.
  • Analisis laboratorium tanah menunjukkan keasaman (pH) 4,5‑5,2 serta kandungan mineral tinggi, cocok bagi pertumbuhan pakis.

Temuan Utama

Hasil survei mengidentifikasi lebih dari 150 individu paku pohon yang tersebar di tiga sub‑zona utama: lereng atas, lereng menengah, dan dataran rendah. Kebanyakan tanaman berada pada usia antara 50‑80 tahun, menandakan bahwa daerah tersebut telah menjadi habitat stabil selama puluhan generasi.

Penelitian juga menemukan bahwa paku pohon berperan sebagai “penyaring alami” yang membantu menjaga kestabilan tanah dan mencegah erosi, terutama pada area dengan kemiringan curam.

Implikasi Konservasi

Dengan nilai konservasi tinggi, paku pohon memerlukan perlindungan khusus. Tim UNEJ merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Pembentukan zona pelindung di sekitar populasi inti paku pohon.
  2. Penerapan program edukasi bagi masyarakat lokal dan wisatawan tentang pentingnya spesies ini.
  3. Pengawasan rutin untuk mencegah penebangan liar dan aktivitas pertambangan.
  4. Pengembangan ekowisata berbasis konservasi yang menampilkan paku pohon sebagai daya tarik utama.

Upaya pelestarian ini diharapkan tidak hanya melindungi paku pohon, tetapi juga meningkatkan nilai ekowisata Ijen Geopark, sehingga mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

Penelitian UNEJ menjadi contoh kolaborasi antara dunia akademik dan pengelola taman nasional dalam upaya menjaga warisan alam yang tak ternilai.