Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Baru-baru ini mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyatakan bahwa Uni Eropa telah kehilangan relevansi di arena geopolitik internasional. Pernyataan tersebut menimbulkan perdebatan luas mengenai faktor-faktor yang menyebabkan penurunan pengaruh blok terbesar di Eropa ini.
Alasan utama menurunnya relevansi Uni Eropa
- Pengambilan keputusan yang ceroboh. Proses legislatif UE yang melibatkan banyak negara anggota seringkali berujung pada keputusan yang terkesan lambat dan tidak konsisten. Ketidakmampuan untuk merespon krisis secara cepat membuat Uni Eropa tampak lemah dibandingkan dengan kekuatan tunggal seperti Amerika Serikat atau China.
- Ketidakmampuan menyepakati isu‑isu kunci. Isu‑isu strategis seperti keamanan energi, kebijakan pertahanan, dan regulasi teknologi seringkali terpecah karena perbedaan kepentingan nasional. Konflik internal ini menghambat pembentukan kebijakan bersama yang kuat dan koheren.
- Fragmentasi politik internal. Kecenderungan populisme, perbedaan pandangan antara negara anggota Barat dan Timur, serta perdebatan seputar kebijakan migrasi memperparah disintegrasi kebijakan luar negeri. Akibatnya, Uni Eropa kehilangan posisi tawar dalam perundingan multilateral.
Ketiga faktor tersebut berkontribusi pada persepsi bahwa Uni Eropa tidak lagi menjadi pemain utama dalam penentuan arah politik global. Jika tidak ada reformasi struktural yang signifikan, blok ini berisiko semakin terpinggirkan dalam dinamika geopolitik yang semakin kompleks.




