Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan pada Sabtu (4/4) bahwa mereka akan mengajukan protes resmi kepada Israel setelah sebuah kamera pengawas milik PBB dihancurkan di zona perbatasan Lebanon‑Israel. Kejadian tersebut terjadi di sebuah pos observasi yang dipasang untuk memantau pergerakan militer di daerah yang rawan benturan.
Komandan UNIFIL, Maj. Gen. (Purn) Saadallah al‑Mousa, menyatakan bahwa penghancuran kamera tersebut merupakan pelanggaran terhadap mandat PBB yang menuntut semua pihak menjaga keamanan dan integritas fasilitas pemantauan. “Kami menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban dari pihak Israel serta menyiapkan langkah diplomatik untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
UNIFIL menegaskan beberapa langkah yang akan diambil:
- Mengirimkan surat protes resmi kepada Kedutaan Besar Israel di Beirut.
- Mengadakan pertemuan koordinasi dengan otoritas Lebanon untuk meninjau keamanan fasilitas pengawasan.
- Mengajukan laporan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai insiden ini.
Insiden ini menambah ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Israel dan Lebanon, terutama di wilayah selatan Lebanon yang sering menjadi lokasi pertukaran tembakan. Kamera yang hancur tersebut merupakan bagian dari jaringan pemantauan yang dibangun oleh PBB sejak 2006 untuk mencegah eskalasi konflik.
Israel belum memberikan komentar resmi terkait peristiwa tersebut pada saat laporan ini diterbitkan. Sementara itu, pemerintah Lebanon menyerukan kepada komunitas internasional untuk meningkatkan pengawasan dan menegakkan hukum internasional di wilayah perbatasan.




