Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Kementerian Pertanian terus memperkuat upaya meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri demi mengurangi ketergantungan pada impor. Kebijakan ini diluncurkan setelah negara mengalami fluktuasi harga dan pasokan yang tidak stabil pada beberapa tahun terakhir.
Beberapa langkah strategis yang diambil antara lain:
- Penyaluran bibit unggul kepada petani melalui program subsidi dan pelatihan.
- Peningkatan fasilitas irigasi dan penyuluhan teknik budidaya modern.
- Pemberian insentif fiskal bagi petani yang berhasil mencapai target produksi.
- Pengembangan kawasan produksi baru di provinsi dengan potensi agroklimatik yang mendukung.
Target produksi yang ditetapkan Kementan untuk tahun depan adalah 2,5 juta ton, naik dari 2,0 juta ton tahun ini. Untuk memberikan gambaran perbandingan, tabel di bawah menunjukkan proyeksi produksi versus impor:
| Tahun | Produksi Dalam Negeri (ton) | Impor (ton) |
|---|---|---|
| 2023 | 2.0 juta | 0.8 juta |
| 2024 (target) | 2.5 juta | 0.3 juta |
Para petani diharapkan dapat memanfaatkan dukungan tersebut untuk meningkatkan produktivitas, sementara konsumen akan merasakan stabilitas harga dan ketersediaan bawang putih yang lebih baik. Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara lembaga, sektor swasta, dan komunitas petani.




