UPH Meroket di Peringkat Hijau, DBL Camp Guncang Jakarta, dan Eos Energy Terjerat Gugatan Besar!
UPH Meroket di Peringkat Hijau, DBL Camp Guncang Jakarta, dan Eos Energy Terjerat Gugatan Besar!

UPH Meroket di Peringkat Hijau, DBL Camp Guncang Jakarta, dan Eos Energy Terjerat Gugatan Besar!

Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Indonesia menjadi sorotan dalam tiga bidang sekaligus: pendidikan tinggi yang berkomitmen pada keberlanjutan, olahraga basket muda yang menembus panggung internasional, serta dinamika pasar modal yang menimbulkan pertanyaan serius bagi investor. Ketiga fenomena tersebut tercermin dalam capaian Universitas Pelita Harapan (UPH) pada UI GreenMetric 2024, penyelenggaraan DBL Camp 2026, serta gugatan class action yang menimpa Eos Energy Enterprises.

UPH Catat Peningkatan Signifikan di UI GreenMetric 2024

Universitas Pelita Harapan berhasil menembus peringkat ke-472 secara global dari 1.477 universitas yang bersaing, naik tajam dari posisi ke-602 pada tahun sebelumnya. Di tingkat nasional, UPH menempati peringkat ke-50 dari 183 perguruan tinggi, melewati posisi ke-58 sebelumnya. Peningkatan nilai total menjadi 6.795 poin, melampaui 5.995 poin pada edisi 2023.

Keberhasilan ini didorong oleh serangkaian inisiatif yang mencakup enam kriteria utama UI GreenMetric: Pengaturan & Infrastruktur, Energi & Perubahan Iklim, Limbah, Air, Transportasi, serta Pendidikan & Penelitian. UPH mengimplementasikan program energi terbarukan dengan panel surya, sensor cahaya otomatis, dan eskalator berbasis sensor infra merah. Fasilitas pertanian berkelanjutan, seperti rumah kaca, kolam ikan, pembibitan tanaman, serta mini farm sayuran, menambah nilai pada aspek lingkungan kampus.

Program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) diterapkan secara menyeluruh, mengurangi penggunaan kertas dan plastik serta memasukkan kurikulum daur ulang ke dalam proses belajar mengajar. Vice President of Academics, Research, and Innovation, Eric Jobiliong, Ph.D., menegaskan bahwa peningkatan peringkat bukan sekadar angka, melainkan bukti komitmen civitas akademika dalam menciptakan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan. Daniel Santosa, Associate Director of General Affairs & Facilities, menambahkan bahwa integrasi prinsip keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari operasional harian kampus.

DBL Camp 2026: Ajang Kompetisi Basket Mahasiswa Indonesia

Berbarengan dengan prestasi akademik, dunia olahraga kampus Indonesia juga hidup dengan semangat kompetitif. DBL Camp 2026 digelar di Jakarta East dan GOR Soemantri Brodjonegoro pada 27 April hingga 3 Mei 2026, mempertemukan lebih dari 260 student‑athlete pria dan wanita serta 52 pelatih terbaik. Kompetisi ini menjadi jalur seleksi bagi 12 slot prestisius DBL Indonesia All‑Star 2026, yang nantinya akan menimba ilmu basket di luar negeri.

Para alumni DBL All‑Star 2025, seperti Ryansean Bastian Gunawan, Riovaldo Renjiro Leonardy, dan Fathy Muhammad Zhafif, kembali bersaing untuk mempertahankan tempat mereka. Di sisi wanita, enam pemain All‑Star 2025 kembali menambah intensitas persaingan, sementara dua alumni 2024, Carlene Orell Gunawan (UPH) dan Praisey Blessed, menempuh jalur “Road to Kopi Good Day” demi mengukir peluang terakhir mereka.

Program DBL Camp tidak hanya menampilkan pertandingan, tetapi juga menyajikan musik, games, dan eksibisi gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026. Pemenang akan memperoleh tiket ke Amerika Serikat untuk berlatih bersama pelatih top NBA, menandai langkah strategis dalam pengembangan bakat basket muda Indonesia.

Eos Energy Enterprises Hadapi Gugatan Class Action

Sementara itu, pasar modal Indonesia dan global menyaksikan perkembangan dramatis di sektor energi. Pada 2 April 2026, Eos Energy Enterprises (NASDAQ: EOSE) menjadi subjek gugatan class action yang menuntut kompensasi bagi investor yang membeli saham antara 5 November 2025 dan 26 Februari 2026. Penurunan nilai saham sebesar 39% pada 26 Februari 2026 mengakibatkan kerugian ratusan juta dolar.

Gugatan tersebut didorong oleh kegagalan perusahaan dalam memenuhi target pendapatan FY 2025 serta keraguan atas transparansi manajemen terkait kemampuan skala produksi baterai energi terbarukan. Hagens Berman Sobol Shapiro LLP, firma hukum yang mengajukan gugatan, menyoroti potensi pelanggaran sekuritas dan misrepresentasi informasi material kepada publik.

Kasus ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi energi yang menghadapi tekanan regulasi dan kepercayaan investor. Analis pasar menilai bahwa penyelesaian sengketa ini dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap sektor energi bersih di Amerika Serikat serta menimbulkan implikasi bagi perusahaan serupa yang beroperasi di Indonesia.

Ketiga peristiwa ini, meski berada di ranah yang berbeda, mencerminkan dinamika Indonesia yang semakin terintegrasi secara global: universitas yang berorientasi hijau, generasi muda yang berkompetisi di kancah internasional, serta perusahaan yang harus menavigasi tantangan regulasi di pasar modal dunia.

Ke depan, UPH berjanji akan memperkuat program keberlanjutan, DBL Camp akan terus menjadi batu loncatan bagi atlet basket Indonesia, dan proses hukum Eos Energy diharapkan dapat menyelesaikan kepentingan investor serta menegakkan standar transparansi perusahaan energi. Semua pihak diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari perkembangan ini untuk menciptakan lingkungan akademik, olahraga, dan bisnis yang lebih bertanggung jawab.