Usai Lawatan ke Moskow, Prabowo Terbang ke Paris Perluas Poros Diplomasi Strategis
Usai Lawatan ke Moskow, Prabowo Terbang ke Paris Perluas Poros Diplomasi Strategis

Usai Lawatan ke Moskow, Prabowo Terbang ke Paris Perluas Poros Diplomasi Strategis

Frankenstein45.Com – 15 April 2026 | Setelah menyelesaikan rangkaian pertemuan penting di Moskow, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melanjutkan kunjungan ke Eropa dengan terbang ke Paris. Penerbangan memakan waktu sekitar tiga setengah jam dan pesawatnya mendarat pada larut malam waktu setempat.

Perjalanan ke Paris dimaksudkan untuk memperkuat hubungan strategis antara Indonesia, Rusia, dan Prancis, serta menjajaki peluang kerja sama di bidang pertahanan, energi, dan teknologi. Dalam agenda kunjungan, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi Perancis untuk membahas:

  • Peningkatan kerjasama militer, termasuk pelatihan bersama dan pertukaran intelijen.
  • Pengembangan industri pertahanan domestik melalui transfer teknologi.
  • Kolaborasi dalam sektor energi, khususnya energi nuklir dan energi terbarukan.
  • Peningkatan hubungan perdagangan bilateral di bidang manufaktur dan agrikultur.

Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas jaringan diplomatiknya di Eropa, mengingat peran strategis Prancis sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa dan kekuatan ekonomi utama di Uni Eropa. Dengan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih menonjol dalam percakapan multilateral, diharapkan dapat memperkuat posisi tawar negara dalam negosiasi internasional.

Para pengamat menilai bahwa langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengadopsi kebijakan luar negeri yang berimbang, tidak hanya bergantung pada satu blok kekuatan. Dengan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia dan Prancis, Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan masing-masing negara untuk mendukung modernisasi alutsista serta diversifikasi sumber energi.

Setibanya di Paris, Prabowo dijadwalkan menginap di hotel resmi kedutaan dan melanjutkan agenda diplomatik pada hari berikutnya, termasuk kunjungan ke lembaga penelitian pertahanan dan pertemuan dengan perwakilan bisnis Indonesia di Prancis.