Ustaz Fahri Djafar Tutup Usia: Ketua MUI Pohuwato Gorontalo Meninggal Mendadak, Mantan Kepala Kantor Kemenag 13 Tahun
Ustaz Fahri Djafar Tutup Usia: Ketua MUI Pohuwato Gorontalo Meninggal Mendadak, Mantan Kepala Kantor Kemenag 13 Tahun

Ustaz Fahri Djafar Tutup Usia: Ketua MUI Pohuwato Gorontalo Meninggal Mendadak, Mantan Kepala Kantor Kemenag 13 Tahun

Frankenstein45.Com – 31 Maret 2026 | Gorontalo, 30 Maret 2026 – Dunia keagamaan di wilayah Pohuwato dikejutkan oleh kabar duka yang menyayat hati. Ustaz Fahri Djafar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Pohuwato sekaligus mantan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) selama 13 tahun, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (28/03/2026) akibat komplikasi kesehatan yang tiba-tiba.

Berita duka ini pertama kali disampaikan oleh keluarga terdekat almarhum melalui telepon kepada media setempat, kemudian disebarkan lebih luas melalui jaringan sosial masyarakat. Ustaz Fahri yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam mengembangkan pendidikan agama, memperkuat jaringan dakwah, serta memperjuangkan kesejahteraan umat, kini meninggalkan warisan yang tak ternilai bagi komunitas Muslim di Gorontalo.

Latar Belakang Karier Ustaz Fahri Djafar

Ustaz Fahri Djafar lahir di Kabupaten Pohuwato pada 12 Februari 1965. Sejak usia dini, ia telah menunjukkan minat kuat terhadap ilmu agama, menempuh pendidikan di pesantren tradisional sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi agama di Universitas Negeri Gorontalo, di mana ia meraih gelar sarjana agama Islam pada tahun 1990.

Kariernya di Kementerian Agama dimulai pada tahun 1992 sebagai Staf Administrasi di kantor Kemenag Provinsi Gorontalo. Berkat kerja keras dan kemampuan manajerialnya, pada tahun 2008 ia diangkat menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pohuwato, posisi yang ia jabat selama 13 tahun berturut‑turut. Selama masa kepemimpinannya, Ustaz Fahri berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas jaringan madrasah, serta mengimplementasikan program pelatihan guru agama yang berstandar nasional.

Setelah pensiun dari Kemenag pada akhir 2020, ia terpilih sebagai Ketua MUI wilayah Pohuwato pada tahun 2021. Dalam kapasitas ini, ia aktif mengawal isu‑isu keagamaan, memfasilitasi dialog lintas agama, serta mengawasi pelaksanaan fatwa yang relevan dengan kondisi sosial‑ekonomi masyarakat setempat.

Rangkaian Peristiwa Terakhir

Menurut keterangan keluarga, pada pagi hari Jumat, Ustaz Fahri mengalami keluhan sakit kepala yang diikuti sesak napas. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, namun kondisi kesehatan memburuk secara cepat. Tim medis menyatakan bahwa penyebab kematian adalah serangan jantung mendadak, meskipun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan faktor‑faktor risiko yang berkontribusi.

Pengumuman resmi mengenai wafatnya Ustaz Fahri dikeluarkan oleh kantor MUI Pohuwato pada sore hari yang sama, yang kemudian diikuti oleh pernyataan duka cita dari para tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat luas. Banyak yang mengingat kembali sosok almarhum sebagai pribadi yang ramah, bijaksana, dan selalu mengutamakan kepentingan umat.

Reaksi Masyarakat dan Tokoh

  • Ketua MUI Pusat: Menyampaikan rasa belasungkawa mendalam dan menegaskan pentingnya meneruskan semangat kebersamaan yang telah ditularkan oleh almarhum kepada generasi berikutnya.
  • Gubernur Gorontalo: Menyampaikan penghargaan atas jasa‑jasa Ustaz Fahri dalam memajukan pendidikan agama dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis.
  • Tokoh Masyarakat: Mengingat kepedulian almarhum terhadap isu‑isu sosial, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan dan penyuluhan kesehatan di desa‑desa terpencil.

Ribuan warga berkumpul di lapangan alun‑alun kota Pohuwato untuk memberi penghormatan terakhir. Upacara pemakaman dijadwalkan pada Sabtu, 29 Maret 2026, dengan prosesi yang menyesuaikan protokol kesehatan yang berlaku.

Warisan dan Pengaruh yang Tinggal

Selama menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag, Ustaz Fahri berhasil meningkatkan anggaran pembangunan madrasah sebesar 45 % dibandingkan periode sebelumnya, serta menambah jumlah tenaga pendidik agama yang terlatih. Inisiatifnya dalam mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam proses belajar‑mengajar, seperti penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis web, menjadi contoh bagi daerah lain.

Di MUI, ia menggalakkan program “Dialog Damai” yang melibatkan tokoh agama lain, guna memperkuat toleransi antar‑umat. Program tersebut telah menghasilkan lebih dari 30 pertemuan lintas agama dalam dua tahun terakhir, menurunkan tingkat konflik agama di wilayah tersebut.

Kepergian Ustaz Fahri Djafar tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga tantangan bagi penerusnya untuk menjaga dan mengembangkan visi‑visinya. Pihak MUI Pohuwato telah membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali kebijakan‑kebijakan strategis yang telah dirancang almarhum, memastikan kelangsungan program-program utama.

Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, keluarga almarhum meminta agar masyarakat mendoakan agar arwahnya diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta melanjutkan perjuangan beliau dalam membangun bangsa yang berlandaskan nilai‑nilai keagamaan yang kuat.

Semoga almarhum diberikan ketenangan abadi, dan semangatnya terus menginspirasi generasi mendatang.