Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Vasco da Gama menutup fase de grup Copa Sul-Americana 2026 dengan dua hasil kontradiktif. Pada Rabu (27/05), tim Renato Gaúcho menelan kekalahan 3-1 di Paraguay melawan Club Olimpia, namun pada malam yang sama berhasil menumpas tim Argentina, Barracas Central, dengan skor telak 3-0 di São Januário. Kedua laga tersebut menjadi penentu nasib Cruz‑maltino dalam grup G, yang kini harus mengandalkan hasil pertandingan lawan untuk menentukan posisi akhir.
Kekalahan di Paraguay: Olimpia Menguasai Grup G
Pertandingan melawan Olimpia berlangsung di Asunción dan menjadi sorotan utama karena Vasco harus menambah tiga poin untuk mengamankan tempat otomatis di perempat final. Namun, setelah menyeimbangkan kedudukan 1-1, Vasco mengalami pukulan keras ketika pemain tengah João Vitor Mutano mendapat kartu merah langsung pada menit ke‑26 babak kedua karena tantangan keras kepada Alfonso. Kejadian ini menambah catatan merah yang menjorok pada enam kali di bawah asuhan Renato Gaúcho pada tahun 2026.
Kekurangan satu pemain mengakibatkan Vasco kehilangan keseimbangan di lini tengah, memberi ruang bagi serangan Olimpia yang memanfaatkan peluang dengan efektif. Tim Paraguay menambah dua gol di menit-menit akhir, menutup skor 3-1. Kekalahan ini menempatkan Olimpia di puncak grup dengan 13 poin, sementara Vasco hanya mengumpulkan 10 poin, menyisakan jarak tiga poin yang masih dapat dijembatani jika Olimpia terhenti melawan Audax Italiano di pertandingan terakhir.
Strategi Renato Gaúcho Menjelang Pertandingan Penentu
Menjelang laga penutup melawan Barracas Central, Renato Gaúcho mengumumkan susunan tim yang dianggap “campuran”. Formasi yang dipilih mengandalkan pengalaman pemain seperti Léo Jardim di gawang, lini pertahanan yang dipadukan antara Cuesta (atau Walace Falcão) dan Lucas Freitas, serta lini tengah yang didominasi Tchê Tchê, Hugo Moura, dan Ramon Rique. Di lini serang, Nuno Moreira, Andrés Gómez, dan David (Brenner) diharapkan menjadi motor penggerak serangan.
Di sisi lawan, Barracas Central harus menanggulangi absennya penyerang kunci Gonzalo Morales karena skors, serta menyesuaikan diri tanpa kapten mereka, Insúa, yang terpaksa absen setelah kartu merah di laga Olimpia. Meskipun demikian, tim Argentina tetap mengandalkan kecepatan sayap dan kreativitas tengah untuk menantang Vasco.
Kemenangan Telak di São Januário: Vasco Memastikan Tiket Playoff
Pada pukul 19.00 WIB, ribuan suporter Vasco memenuhi tribun São Januário. Sejak peluit pertama, tim tuan rumah menunjukkan tekanan tinggi. Gol pertama tercipta dari peluang rebote pada tendangan sudut, dimana Adson memanfaatkan kebingungan pertahanan Barracas Central dan mengarahkan bola ke jaring lawan. Tak lama setelah itu, insiden serupa terjadi ketika Insúa menerima kartu merah setelah melakukan tantangan keras terhadap pemain Vasco, memberikan keunggulan numerik yang signifikan.
Manfaatkan kelebihan pemain, Vasco mempercepat serangan. Tchê Tchê mengirimkan umpan silang yang berakhir sebagai rebote di depan gawang, dan Adson kembali menambah angka menjadi dua. Dominasi Vasco terus berlanjut; pada menit ke‑30, Rojas menerima bola di dalam kotak penalti dan mengeksekusi penyerangan klinis, melengkapi tiga poin tanpa perlawanan.
Dengan kemenangan 3-0, Vasco mengumpulkan total tujuh poin di grup G, menyamai Audax Italiano. Namun, karena Olimpia menang melawan Audax, posisi pertama tetap berada di tangan Paraguay. Vasco kini berada di posisi kedua dengan selisih satu poin, memastikan tempatnya di babak playoff tanpa harus menunggu hasil lain.
Dampak Kartu Merah dan Perspektif Musim Mendatang
Kartu merah Mutano menambah deretan pemain yang harus menjalani skors di kompetisi domestik. Sepanjang 2026, Vasco telah mencatat delapan skors, enam di antaranya di bawah asuhan Renato. Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang disiplin tim, terutama menjelang fase penting seperti playoff. Namun, keberhasilan melumpuhkan Barracas Central menunjukkan kemampuan tim mengatasi krisis dan tetap fokus pada tujuan.
Selanjutnya, Vasco akan kembali ke kompetisi nasional dengan agenda melawan Atlético‑MG pada 31 Mei, sebuah laga yang diprediksi akan menjadi ujian penting untuk mempertahankan performa baik di level internasional dan domestik.
Secara keseluruhan, kegagalan di Olimpia mengajarkan Vasco pentingnya konsistensi, sementara kemenangan melawan Barracas Central menegaskan kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan. Dengan tiket playoff yang sudah teramankan, harapan suporter kembali menyala, menantikan babak selanjutnya di Copa Sul‑Americana.




