Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Jerez, Spanyol – Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia yang tergabung dalam Honda Team Asia, kembali menjadi sorotan menjelang balapan Moto3 Spanyol 2026. Meskipun baru saja mengalami kecelakaan di Circuit of the Americas (COTA), Austin, sang pembalap tetap menunjukkan tekad kuat untuk bangkit dan menembus sepuluh besar di lintasan Jerez yang menantang.
Latihan Intensif di Dua Trek
Setelah jeda panjang antara seri terakhir di Austin dan seri berikutnya di Jerez, Veda dan rekan setimnya, Mario Suryo Aji, memanfaatkan waktu tersebut dengan latihan intensif. Selama tiga hari berturut‑turut, keduanya menggelar sesi di Sirkuit Aspar dan Sirkuit Alcarras. Menurut keterangan resmi Honda Team Asia, “Selasa di Sirkuit Aspar, Rabu di Sirkuit Aspar, hari ini (Kamis) di Sirkuit Alcarras. Selangkah demi selangkah, mari percaya proses.” Kehadiran manajer tim, Hiroshi Aoyama, yang juga mantan pembalap MotoGP, menambah nilai strategis pada sesi latihan tersebut.
Kecelakaan di Austin dan Dampaknya
Pada balapan Moto3 di COTA, Veda mengalami kecelakaan pada lap kelima saat bersaing untuk masuk lima besar. Kendati demikian, ia berhasil mencatat waktu tercepat pada lap tersebut, 2 menit 13,844 detik, sebelum kehilangan kontrol akibat gas yang terlalu agresif. Ayah Veda, Sudarmono, mengungkapkan bahwa insiden terjadi karena “gas terlalu agresif” dan ketidakterbiasaan Veda dengan trek COTA yang baru baginya.
Meski mengalami slide di bagian belakang motor, Veda tidak mengalami cedera serius. “Secara mental tidak masalah, karena ini untuk tahap belajar dan menambah pengalaman,” ujar Sudarmono, yang juga pernah menjadi pembalap nasional. Kondisi fisik Veda dinyatakan aman, dan ia tetap fokus pada persiapan Jerez.
Target Jerez: Belajar, Namun Tetap Optimis
Manajer tim, Hiroshi Aoyama, menegaskan bahwa Jerez menjadi ajang penting bagi Veda untuk menambah pengalaman balap di trek klasik Eropa. “Kami berharap Veda dapat bersaing untuk finis di sepuluh besar,” katanya. Target tersebut realistis mengingat Veda baru saja kembali dari kecelakaan dan masih mengasah kemampuan di dua trek Spanyol.
Veda sendiri mengakui bahwa kurangnya pengalaman di Jerez menjadi tantangan utama. “Saya sadar belum pernah melaju di Jerez sebelumnya, jadi harus belajar cepat,” ujarnya dalam konferensi pers tim. Namun, ia menambahkan bahwa modal podium tetap ada berkat performa konsisten di latihan dan kemampuan mencatat waktu cepat di lintasan lain.
Modal Podium dan Potensi Masa Depan
Prestasi Veda tidak lepas dari catatan sebelumnya di ajang Red Bull Rookies, di mana ia berhasil meraih podium ketiga di Jerez meski memulai dari posisi P15. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Veda mampu menyesuaikan diri dengan cepat pada kondisi balapan yang berubah-ubah.
- Catatan tercepat di COTA: 2:13,844 pada lap 5.
- Podium ketiga di Red Bull Rookies Jerez 2025.
- Latihan tiga hari berturut‑turut di Aspar dan Alcarras.
- Target top 10 di Moto3 Jerez 2026.
Dengan dukungan tim teknis Honda Team Asia, motor yang dipakai Veda telah disesuaikan untuk menghadapi karakteristik lintasan Jerez yang berbatu dan berliku. Penyesuaian meliputi pengaturan suspensi, konfigurasi gear, serta strategi pemakaian ban yang optimal untuk cuaca Spanyol pada akhir April.
Harapan dan Prospek Nasional
Keberadaan Veda Ega Pratama di ajang Moto3 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga bagi penggemar balap motor Indonesia. Jika Veda berhasil menembus sepuluh besar atau bahkan kembali ke podium, hal itu akan menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia dapat bersaing di level dunia meski dengan keterbatasan pengalaman di trek internasional.
Dalam beberapa pekan ke depan, Veda akan terus berlatih intensif, memperdalam pemahaman tentang garis optimal di Jerez, serta mengasah mental untuk menghadapi tekanan balapan. Tim Honda Asia menegaskan bahwa setiap latihan merupakan langkah maju menuju performa maksimal pada hari perlombaan.
Dengan semangat belajar, dukungan tim, dan modal pengalaman sebelumnya, Veda Ega Pratama siap menantang diri sendiri di Jerez. Meskipun ia mengaku kalah soal pengalaman, tekad dan persiapan yang matang menjadi landasan kuat bagi harapan podium di Moto3 Spanyol 2026.




