Video Call Prajurit UNIFIL Pasca Serangan 29-30 Maret, Panglima TNI Agus Subiyanto: Tetap Semangat
Video Call Prajurit UNIFIL Pasca Serangan 29-30 Maret, Panglima TNI Agus Subiyanto: Tetap Semangat

Video Call Prajurit UNIFIL Pasca Serangan 29-30 Maret, Panglima TNI Agus Subiyanto: Tetap Semangat

Frankenstein45.Com – 04 April 2026 | Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Agus Subiyanto, mengadakan panggilan video dengan sejumlah prajurit Indonesia yang sedang bertugas di misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) setelah terjadi serangan pada tanggal 29 dan 30 Maret. Dalam sesi tersebut, sang Panglima menyampaikan dukungan moral serta menegaskan pentingnya menjaga semangat juang dan keselamatan di tengah situasi yang bergejolak.

Serangan yang terjadi pada akhir Maret melibatkan tembakan roket dan mortir yang mengarah ke pos-pos UNIFIL di wilayah selatan Lebanon. Meski tidak ada korban jiwa di antara personel Indonesia, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di zona operasi. Prajurit Indonesia yang tergabung dalam batalyon infanteri dan unit logistik melaporkan adanya kerusakan ringan pada fasilitas dan perlengkapan, namun operasi rutin tetap berlanjut.

Selama video call, Jenderal Agus Subiyanto menekankan beberapa hal utama:

  • Komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi pada stabilitas Lebanon melalui kehadiran pasukan UNIFIL.
  • Pentingnya koordinasi yang erat dengan komandan unit di lapangan serta negara‑anggota lain dalam misi.
  • Kewajiban menjaga protokol keamanan secara ketat, termasuk penggunaan perlindungan pribadi dan prosedur evakuasi.
  • Semangat kebersamaan dan rasa kebanggaan sebagai prajurit TNI yang melayani di luar negeri.

Gugus komando di Lebanon juga menyampaikan laporan situasi terkini kepada markas besar TNI di Jakarta, memastikan bahwa semua kebutuhan logistik dan medis terpenuhi. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan menyiapkan dukungan tambahan bila diperlukan, termasuk peningkatan peralatan komunikasi dan perawatan kesehatan bagi prajurit yang berada di lapangan.

Panggilan video ini diharapkan dapat memperkuat ikatan moral antara kepemimpinan tertinggi TNI dengan prajurit yang berada di zona konflik, sekaligus menegaskan tekad Indonesia untuk tetap aktif dalam upaya menjaga perdamaian internasional.