Frankenstein45.Com – 27 April 2026 | Jakarta – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi preman yang memaksa seorang sopir bajaj (bajaj) di kawasan Tanah Abang menyerahkan uang secara paksa. Insiden yang terjadi pada malam Senin (20/4/2026) menimbulkan kemacetan di Jalan Thamrin City, Jalan Teluk Betung, dan memicu keprihatinan publik serta penegakan hukum setempat.
Latar Belakang dan Kronologi Kejadian
Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @jakartapusat.info menampilkan sekawanan pria berpenampilan preman yang menghentikan paksa bajaj yang melintas. Mereka menuntut uang secara langsung, memaksa sopir bajaj menurunkan penumpang, lalu menunggu uang diserahkan. Aksi tersebut menyebabkan kendaraan lain terhenti, menimbulkan kemacetan yang meluas hingga menahan arus lalu lintas selama beberapa menit.
Menurut saksi mata, aksi serupa sudah sering terjadi di wilayah tersebut, terutama pada jam sibuk. “Saya sering melihat preman‑preman menuntut uang dari pengendara motor dan bajaj. Mereka biasanya mengintimidasi dengan ancaman fisik,” ungkap seorang pengendara yang tidak mau disebutkan namanya.
Respons Kepolisian dan Satpol PP
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait insiden ini. Namun, pihak kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan lapangan dan menindak tegas bila terbukti adanya tindakan pemerasan.
“Kami akan mengecek lokasi, mengidentifikasi pelaku, dan menindak sesuai hukum. Hingga kini belum ada laporan, tetapi kami tidak menutup kemungkinan akan ada pengaduan selanjutnya,” kata Dhimas Prasetyo kepada wartawan.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Purnama, menegaskan bahwa Satpol PP akan terus melakukan pengawasan. “Jika terdapat unsur pidana, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian. Tindakan pemerasan seperti ini harus dihentikan,” tegasnya.
Reaksi Publik dan Pernyataan Pramono
Viralitas video tersebut memicu kemarahan netizen. Banyak komentar menuntut aksi tegas terhadap premanisme yang meresahkan masyarakat. Di tengah sorotan tersebut, Pramono, Ketua Dewan Masyarakat Tanah Abang, mengeluarkan pernyataan yang menegaskan komitmen daerah untuk menindak tegas premanisme.
“Kami tidak akan tinggal diam. Setiap aksi preman yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum akan kami tindak secara tegas. Kami juga akan meningkatkan koordinasi antara kepolisian, Satpol PP, dan masyarakat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ujar Pramono dalam konferensi pers singkat.
Upaya Pencegahan dan Solusi Jangka Panjang
- Peningkatan Patroli: Penambahan unit patroli di titik rawan premanisme, khususnya pada jam sibuk.
- Pembentukan Tim Respons Cepat: Tim gabungan antara kepolisian, Satpol PP, dan relawan masyarakat untuk menanggapi laporan secara real‑time.
- Edukasi Pengendara: Sosialisasi cara menghindari dan melaporkan aksi pemerasan kepada otoritas.
- Pengawasan Kamera CCTV: Memanfaatkan rekaman CCTV di area komersial untuk mengidentifikasi pelaku.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kejadian pungli di kawasan strategis seperti Thamrin City dan Tanah Abang, sekaligus meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan.
Analisis Dampak Sosial
Preimanisme yang mengincar sopir kendaraan komersial tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan publik. Menurut survei informal yang dilakukan oleh kelompok relawan jalanan, lebih dari 60% responden merasa khawatir akan menjadi korban pungli ketika melintasi area Tanah Abang pada jam sibuk.
Selain itu, aksi pemerasan tersebut berdampak pada perekonomian mikro. Sopir bajaj yang menjadi korban harus menanggung kerugian finansial serta kehilangan waktu operasional, yang pada gilirannya menurunkan pendapatan harian mereka.
Dengan dukungan kebijakan tegas dari pemerintah daerah dan penegakan hukum yang konsisten, diharapkan praktek premanisme dapat ditekan secara signifikan.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor—antara aparat penegak hukum, Satpol PP, dan komunitas pengendara—akan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan jalan yang aman dan bebas dari aksi pemerasan.







