Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Diskusi mengenai penghapusan sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi kembali mengemuka setelah muncul wacana bahwa beberapa jurusan kurang relevan dengan kebutuhan industri. Namun, Wakil Rektor Universitas Paramadina menegaskan bahwa tidak semua prodi harus diarahkan secara eksklusif ke jalur kerja di sektor industri.
Berikut beberapa poin penting yang diutarakan oleh pihak universitas:
- Keseimbangan antara akademik dan kebutuhan pasar: Prodi yang bersifat liberal arts atau ilmu dasar tetap penting sebagai fondasi bagi penelitian dan pengembangan ilmu jangka panjang.
- Peran universitas dalam riset dan publikasi: Banyak program yang berkontribusi pada publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, dan pengembangan teknologi yang belum tentu langsung berorientasi pada industri.
- Keanekaragaman bidang studi: Keberagaman jurusan menciptakan lingkungan akademik yang dinamis, memungkinkan interdisipliner dan memunculkan solusi kreatif untuk tantangan sosial.
- Strategi peningkatan relevansi: Daripada menghapus, universitas dapat memperkuat kurikulum, menambah kerjasama dengan sektor non‑industri, atau mengintegrasikan magang dan proyek berbasis komunitas.
Wakil Rektor juga menyoroti pentingnya evaluasi berbasis data yang transparan sebelum mengambil keputusan drastis. Analisis harus mencakup tren enrolmen, tingkat kelulusan, kualitas penelitian, serta kontribusi sosial masing‑masing prodi.
Selain itu, dialog intensif dengan para pemangku kepentingan—mahasiswa, dosen, alumni, dan dunia kerja—diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan program yang sudah ada, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan program baru yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Dengan menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar mesin produksi tenaga kerja, pihak universitas mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama‑sama menilai relevansi dan nilai intrinsik setiap program studi, tanpa mengorbankan keberagaman ilmu pengetahuan.




